Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolombia mengekstradisi gembong narkoba Geovany Andres Rojas ke AS. Simak rincian pergeseran kebijakan keamanan Presiden Abelardo de la Espriella. Dok: Istimewa.

Kolombia mengekstradisi gembong narkoba Geovany Andres Rojas ke AS. Simak rincian pergeseran kebijakan keamanan Presiden Abelardo de la Espriella. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, BOGOTA – Pemerintah Kolombia menerbangkan gembong narkoba Geovany Andres Rojas menuju negara bagian California, Amerika Serikat.

Keputusan Presiden Abelardo de la Espriella dan Proses Hukum

Pihak berwenang Amerika Serikat langsung menahan pemimpin kelompok pemberontak Comandos de la Frontera tersebut.

Rojas menghadapi tuduhan perdagangan narkoba serta aksi terorisme internasional di pengadilan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, mantan Presiden Gustavo Petro memberi perlindungan hukum kepada Rojas selama proses perundingan damai.

Namun, Presiden baru Abelardo de la Espriella mencabut pembekuan ekstradisi tersebut secara tegas pada Jumat.

De la Espriella mengawasi langsung penyerahan Rojas kepada agen federal Amerika Serikat di ibu kota Bogota.

Baca Juga :  Nasionalisme Vaksin dan Kesenjangan Kesehatan: Pelajaran dari Pandemi untuk Masa Depan

Selain itu, ia mendesak pemerintah Amerika Serikat agar tidak memberikan hukuman ringan kepada Rojas.

Rekam Jejak Kejahatan Kelompok Comandos de la Frontera

Polisi Kolombia menangkap Rojas di kota Bogota pada bulan Februari tahun 2025 lalu.

Mahkamah Agung Kolombia mengesahkan permohonan ekstradisi Amerika Serikat pada bulan Oktober tahun 2025.

Akan tetapi, Petro menunda keputusan hukum tersebut demi melibatkan Rojas dalam dialog perdamaian.

Sebaliknya, De la Espriella menghentikan seluruh negosiasi bersama kelompok bersenjata usai memenangi pemilu Juni.

Bahkan, De la Espriella menerapkan kebijakan keamanan keras untuk memberantas jaringan kartel narkoba di Kolombia.

Presiden konservatif ini menjalin kerja sama erat bersama Presiden Donald Trump dalam membasmi perdagangan kokain.

Baca Juga :  Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta

Perebutan Wilayah dan Jalur Narkoba di Kolombia

Kelompok Comandos de la Frontera menguasai jalur penyelundupan kokain di wilayah provinsi Putumayo.

Wilayah strategis tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga Ecuador dan Peru.

Bekas pejuang FARC mendirikan kelompok ini pada tahun 2017 setelah menolak kesepakatan damai tahun 2016.

Perjanjian damai tahun 2016 tersebut membuat 14.000 pejuang FARC menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah.

Namun, peristiwa itu menyisakan kekosongan kekuasaan di berbagai kawasan pedalaman Kolombia.

Oleh karena itu, berbagai faksi pemberontak terus memperebutkan rute perdagangan kokain serta tambang ilegal.

Dengan demikian, ekstradisi Rojas menandai babak baru penegakan hukum tegas pemerintah Kolombia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang
Melania Trump dan Peng Liyuan Kunjungi Museum Seni Asia
Benjamin Netanyahu Sebut Tuduhan Genosida Kebohongan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 September 2026 - 19:30 WIB

Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Berita Terbaru

Ilustrasi, Kepolisian Afrika Selatan menemukan jenazah wanita kesepuluh di Ekurhuleni. Simak rincian penyelidikan polisi dan data lonjakan kekerasan gender. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:00 WIB

Ribuan warga Madrid menggelar demonstrasi krisis perumahan usai penggusuran lansia 87 tahun. Simak rincian tuntutan penyewa dan data krisis properti Spanyol. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:30 WIB

Ledakan gas ambrukkan bangunan di kawasan Plaka Athena dan menewaskan enam orang termasuk empat warga AS. Simak rincian evakuasi dan investigasinya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:00 WIB

Kolombia mengekstradisi gembong narkoba Geovany Andres Rojas ke AS. Simak rincian pergeseran kebijakan keamanan Presiden Abelardo de la Espriella. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:30 WIB