Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta

Rabu, 22 April 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Goncangan di industri K-pop. Kepolisian Korea Selatan mengajukan perintah penangkapan terhadap pendiri HYBE, Bang Si-Hyuk, terkait dugaan skandal penipuan investor senilai lebih dari 200 miliar won di tengah tur dunia BTS 2026. Dok: Istimewa.

Goncangan di industri K-pop. Kepolisian Korea Selatan mengajukan perintah penangkapan terhadap pendiri HYBE, Bang Si-Hyuk, terkait dugaan skandal penipuan investor senilai lebih dari 200 miliar won di tengah tur dunia BTS 2026. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Otoritas penegak hukum Korea Selatan memperluas penyelidikan terhadap imperium bisnis hiburan terbesar di negara tersebut. Kepolisian Metropolitan Seoul mengonfirmasi upaya untuk menangkap Bang Si-Hyuk, tokoh di balik kesuksesan fenomena global BTS.

Dalam konteks ini, pihak kepolisian telah meminta jaksa guna mengajukan surat perintah penangkapan ke pengadilan. Oleh karena itu, Bang Si-Hyuk kini menghadapi ancaman jeratan hukum serius terkait operasional finansial perusahaannya di masa lalu.

Dugaan Skema Penipuan dan Manipulasi IPO

Penyelidikan yang telah berjalan sejak November lalu ini mengungkap pola transaksi yang mencurigakan. Polisi menduga Bang menyesatkan para investor pada tahun 2019 dengan mengeklaim bahwa HYBE (saat itu bernama Big Hit Entertainment) tidak memiliki rencana untuk melantai di bursa saham.

Bahkan, ia diduga membujuk investor awal guna menjual saham mereka ke sebuah dana ekuitas swasta dengan harga rendah. Namun, tak lama kemudian, perusahaan justru melanjutkan proses Initial Public Offering (IPO). Penyidik meyakini terdapat kesepakatan sampingan yang menjanjikan Bang keuntungan sebesar $30\%$ dari hasil penjualan saham pasca-IPO. Akibatnya, Bang diduga meraup keuntungan ilegal hingga 200 miliar won atau setara dengan $136 juta (sekitar Rp 2,1 triliun).

Baca Juga :  JK Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Polemik 3 Tahun Bisa Langsung Tuntas

Respon Tim Hukum dan Status Kooperatif

Tim hukum Bang Si-Hyuk segera merilis pernyataan resmi guna menanggapi langkah agresif kepolisian tersebut. Mereka menyampaikan penyesalan mendalam atas upaya penangkapan kliennya.

“Klien kami telah memberikan kerja sama penuh dan konsisten selama periode penyelidikan yang panjang ini,” tulis pernyataan tim hukum tersebut. Meskipun demikian, mereka menegaskan akan terus mematuhi seluruh prosedur hukum yang berlaku. Pihak HYBE berjanji akan melakukan upaya maksimal guna menjelaskan posisi perusahaan serta membersihkan nama baik sang ketua di hadapan publik di tahun 2026 ini.

Dampak Strategis bagi HYBE dan Tur Dunia BTS

Skandal hukum ini menjadi pukulan telak bagi citra publik HYBE. Secara khusus, insiden ini terjadi tepat saat aset terbesar perusahaan, BTS, baru saja mengakhiri masa hiatus empat tahun akibat wajib militer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai hasilnya, ketidakpastian hukum di tingkat pimpinan dapat mengganggu fokus bisnis korporasi. BTS baru saja sukses menggelar konser comeback di Seoul, Goyang, dan Tokyo yang dihadiri puluhan ribu penggemar. Kelompok tersebut dijadwalkan memulai rangkaian konser di Amerika Serikat, yang dibuka dengan penampilan di Tampa, Florida, akhir bulan ini. Oleh sebab itu, manajemen HYBE kini harus bekerja ekstra keras guna memastikan agenda global artis mereka tetap berjalan lancar di tengah badai investigasi ini.

Baca Juga :  Rahasia Sukses Ekonomi Global: Mengapa Komunikasi Bahasa Adalah Fondasi Bisnis Modern

Ujian bagi Tata Kelola Hiburan Korea

Masa depan Bang Si-Hyuk kini berada di tangan sistem peradilan Korea Selatan. Pada akhirnya, kasus ini akan menjadi ujian penting bagi transparansi dan tata kelola perusahaan di industri hiburan yang telah menjadi komoditas ekonomi utama Seoul.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau seberapa jauh skandal ini akan memengaruhi dominasi K-pop di panggung dunia. Di tahun 2026 yang penuh disrupsi ekonomi, integritas para pemimpin industri menjadi variabel kunci guna menjaga kepercayaan investor global terhadap kedaulatan pasar modal hiburan Asia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bongkar Gudang Bawang Ilegal, Perputaran Uang Tembus Rp24,96 Miliar
Dugaan Cabul Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Terungkap dari Chat Korban
AS Dakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro Atas Penembakan Pesawat Sipil
Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan
Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi
Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo
Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:23 WIB

Polisi Bongkar Gudang Bawang Ilegal, Perputaran Uang Tembus Rp24,96 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:06 WIB

Dugaan Cabul Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Terungkap dari Chat Korban

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:53 WIB

AS Dakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro Atas Penembakan Pesawat Sipil

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Berita Terbaru

Kompensasi bagi

INTERNASIONAL

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Diplomasi penuh ancaman. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi damai dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memberikan ultimatum serangan militer. Kebuntuan ini terus memicu volatilitas harga minyak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB