POSNEWS.CO.ID, EKURHULENI – Kepolisian Afrika Selatan menemukan jenazah seorang wanita di Ekurhuleni pada Sabtu.
Penemuan Jenazah dan Penyelidikan Kepolisian
Penemuan ini menambah daftar sepuluh wanita yang tewas di kotamadya tersebut selama dua bulan terakhir.
Selain itu, penemuan ini memperbesar kekhawatiran masyarakat atas maraknya kekerasan terhadap perempuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas menemukan jenazah setengah telanjang tersebut dekat pemakaman umum kawasan Tembisa.
Juru bicara kepolisian Brigadier Brenda Muridili mengonfirmasi penemuan jenazah serta olah tempat kejadian perkara.
Selanjutnya, Kepala Polisi Provinsi Tommy Mthombeni menduga pelaku melempari korban memakai batu hingga tewas.
Tim medis akan menjalankan pemeriksaan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban tersebut.
Sebab, kasus penemuan sembilan korban sebelumnya juga menunjukkan pola kejahatan yang serupa.
Rekam Jejak Korban dan Imbalan Informasi
Para korban sebelumnya mayoritas berusia antara 20 hingga 30 tahun.
Bahkan, sebagian korban mengalami kekerasan seksual serta pelepasan pakaian secara paksa.
Polisi menemukan korban pertama berusia 37 tahun dalam kondisi terikat pada pertengahan Juli.
Petugas berhasil menangkap seorang tersangka dua hari setelah penemuan korban pertama tersebut.
Sementara itu, polisi menangkap dua wanita terkait kasus kematian korban kesembilan minggu lalu.
Pemerintah Afrika Selatan menawarkan hadiah 400.000 rand untuk warga yang memberikan petunjuk pelaku.
Partai Aliansi Demokratik turut menambahkan imbalan dana sebesar 31.000 dolar Amerika Serikat.
Lonjakan Angka Kriminalitas dan Kekerasan Gender
Sebab, kekerasan berbasis gender kini menjadi ancaman darurat nasional bagi masyarakat Afrika Selatan.
Pusat Bantuan Kekerasan Gender mencatat 6.782 panggilan darurat pada dua minggu pertama September.
Angka panggilan harian tersebut melonjak 21 persen dari rata-rata bulan Agustus sebelumnya.
Dengan demikian, pemerintah menghadapi tantangan berat akibat angka pembunuhan yang melebihi 60 kasus per hari.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













