JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pagi di Jalan Asem Gede Timur, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, mendadak berubah mencekam. Kepulan asap dan kobaran api membakar sebuah rumah tiga lantai pada Selasa (6/10/2026).
Di tengah kepanikan warga, dua pemuda justru terjebak di lantai dua.
Mereka adalah Muhammad Fadel (17) dan Rezi (21). Keduanya ditemukan sudah tidak bernyawa setelah api berhasil dikendalikan petugas pemadam kebakaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa mengenaskan itu menyisakan duka bagi keluarga dan warga sekitar. Upaya penyelamatan tidak mampu mengeluarkan kedua korban dari kamar tempat mereka terjebak.
Api Muncul Saat Pagi Baru Dimulai
Kebakaran terjadi di sebuah rumah tinggal yang juga digunakan sebagai tempat usaha daring penjualan alat kesehatan.
Sudin Gulkarmat Jakarta Timur menerima laporan dari warga sekitar pukul 05.06 WIB. Hanya dua menit kemudian, petugas dari Kantor Sektor Matraman tiba di lokasi dan langsung menghadapi kobaran api.
Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 05.14 WIB.
Petugas kemudian berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan di sekitar lokasi. Sekitar pukul 05.50 WIB, kobaran api berhasil dilokalisasi.
Namun, di balik proses pemadaman tersebut, dua nyawa sudah terancam di lantai dua.
Pintu dan Pagar Terkunci, Dua Pemuda Tak Bisa Keluar
Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Suhudi mengatakan Fadel dan Rezi berada di kamar lantai dua ketika kebakaran terjadi.
Keduanya disebut tidak dapat menyelamatkan diri karena pagar dan pintu dalam kondisi terkunci.
“Dua korban terjebak di lantai dua, di kamar, karena semua pagar dan pintu dikunci pemiliknya,” ujar Suhudi di lokasi, Selasa (6/10/2026).
Situasi itu membuat proses penyelamatan menjadi semakin sulit.
Api terus membakar bagian bangunan ketika petugas berupaya mengendalikan kobaran. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.
10 Mobil Damkar dan 50 Personel Dikerahkan
Besarnya kobaran api membuat petugas menambah kekuatan. Sebanyak 10 unit kendaraan pemadam kebakaran dengan 50 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Petugas berhasil memasuki tahap pendinginan sekitar pukul 06.02 WIB.
Proses penanganan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman. Operasi pemadaman akhirnya selesai pada pukul 07.03 WIB.
Namun, keberhasilan petugas menjinakkan api harus dibayar mahal. Dua pemuda kehilangan nyawa dalam kejadian tersebut.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan dari mana api pertama kali muncul serta menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut.
Karena itu, belum ada kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.
Tragedi di Matraman ini kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan akses keluar-masuk bangunan tetap aman, terutama ketika penghuni berada di lantai atas.
Pintu dan pagar yang terkunci mungkin terlihat sepele dalam kondisi normal. Namun, ketika api tiba-tiba membesar, akses keluar dapat berubah menjadi persoalan hidup dan mati.
Kini, api memang telah padam. Tetapi bagi keluarga Muhammad Fadel dan Rezi, Selasa pagi itu meninggalkan kehilangan yang tidak mudah dipulihkan. **
Editor : Hadwan













