BANDAR LAMPUNG, POSNEWS.CO.ID – Nasib nahas menimpa RA, bocah perempuan berusia lima tahun yang meninggal dunia setelah terlindas mobil Isuzu Panther di area parkir RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung.
Upaya tim medis menyelamatkan nyawanya tak membuahkan hasil setelah korban mengalami kondisi kritis.
Kecelakaan tragis itu terjadi pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Polisi kini menyelidiki insiden tersebut untuk memastikan kronologi dan penyebab kecelakaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan awal, korban berada di area parkir rumah sakit ketika mobil melintas.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Regan Kusuma Wardani mengatakan penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pengemudi kendaraan.
Polisi Periksa Pengemudi dan Saksi
Regan menjelaskan polisi masih mendalami keterangan para saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menewaskan bocah tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Saksi di lokasi hingga pengendara masih kami mintai keterangan,” kata Regan, Kamis (8/10/2026).
Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan memperjelas posisi korban serta kendaraan ketika kecelakaan terjadi.
Menurut keterangan awal yang disampaikan Regan, pengemudi mengaku tidak mengetahui keberadaan korban saat mobil melintas.
“Jadi menurut pengakuannya, pengendara ini tidak tahu. Korban ini juga posisi sendiri, artinya tidak sedang bersama orang tuanya,” ujarnya.
Namun, keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. Polisi perlu mencocokkannya dengan keterangan saksi lain dan bukti di lokasi sebelum menyimpulkan penyebab kecelakaan.
Dalam perkembangan yang diberitakan media pada Kamis (8/10/2026), polisi juga disebut telah mengamankan pengemudi berinisial P (61) untuk dimintai keterangan.
Pengemudi diduga mengira benturan yang terjadi sebagai polisi tidur. Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi penyidik.
Sempat Ditangani di IGD, Korban Tak Tertolong
Direktur RSUD Abdul Moeloek Lukman Pura menjelaskan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban mengalami perdarahan aktif pada bagian kepala.
Tim medis segera memberikan penanganan kegawatdaruratan. Petugas berupaya menghentikan perdarahan, memasang infus, memberikan obat-obatan darurat, dan membantu pernapasan korban.
Sayangnya, kondisi korban terus memburuk. Sekitar pukul 18.30 WIB, korban mengalami henti jantung sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung paru (RJP) serta tindakan darurat lainnya.
Seluruh upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa RA. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sekitar pukul 18.50 WIB, jenazah dibawa ke Instalasi Forensik dan Kamar Jenazah RSUDAM sebelum diserahkan kepada keluarga. Jenazah kemudian dibawa pulang ke Gedong Tataan sekitar pukul 22.30 WIB.
Tragedi Jadi Pengingat Bahaya di Area Parkir
Kecelakaan yang merenggut nyawa anak berusia lima tahun ini menjadi peringatan bagi orang tua, pengemudi, dan pengelola fasilitas publik.
Area parkir rumah sakit yang ramai oleh kendaraan keluar-masuk tetap menyimpan risiko, terutama bagi anak-anak.
Pada usia dini, anak belum mampu memperkirakan jarak, kecepatan, dan arah pergerakan kendaraan secara tepat.
Karena itu, pendamping perlu memastikan anak selalu berada dalam pengawasan dan tidak berjalan sendiri di jalur kendaraan.
Pengemudi pun harus memeriksa keadaan di sekeliling mobil sebelum bergerak, melaju perlahan, serta memastikan tidak ada pejalan kaki di jalurnya.
Sementara itu, pengelola rumah sakit perlu menjaga agar arus kendaraan dan jalur pejalan kaki terpisah dengan aman.
Kini, polisi masih mendalami kecelakaan tersebut. Penyelidikan yang menyeluruh diharapkan dapat mengungkap fakta secara objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa. **
Editor : Hadwan













