JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan seluruh anggota Polri agar tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan.
Polisi juga harus mau mendengar keluhan warga, memahami kebutuhan masyarakat, dan membantu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.
Pesan tersebut disampaikan Suyudi melalui arahan Commander Wish pada Selasa (13/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, keberhasilan polisi tidak cukup diukur dari kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan warga.
“Tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga harus disertai kemampuan untuk mendengar aspirasi, memahami kebutuhan, serta merespons berbagai persoalan yang dihadapi warga,” kata Suyudi dalam keterangannya.
Menurut Suyudi, polisi harus mampu membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat.
Dengan begitu, warga tidak hanya melihat polisi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang bisa diajak mencari jalan keluar ketika menghadapi persoalan.
“Setiap anggota Polri harus memahami masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan bersama-sama menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kehadiran Polri harus memberikan manfaat dan solusi nyata,” tegasnya.
Kapolri Minta Polisi Hadir Membawa Solusi
Suyudi meminta seluruh personel menjadikan kepentingan masyarakat sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.
Karena itu, setiap anggota harus meningkatkan profesionalisme sekaligus mengedepankan pelayanan yang humanis, responsif, dan berintegritas.
Arahan tersebut menuntut polisi tidak sekadar menerima laporan, tetapi juga meresponsnya secara tepat, memberikan informasi yang jelas, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari gangguan keamanan hingga kebutuhan pelayanan publik, sikap terbuka dan kepedulian anggota menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara polisi dan masyarakat.
Suyudi menegaskan, kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya melalui slogan atau pernyataan.
Kepercayaan harus tumbuh dari tindakan nyata, kualitas pelayanan, dan konsistensi anggota saat menjalankan tugas.
“Kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui tindakan nyata, kualitas pelayanan, serta konsistensi anggota dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
“Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pedoman Pengabdian
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi pesan utama dalam arahan Suyudi.
Suyudi meminta personel mempererat komunikasi dan bekerja bersama warga demi lingkungan yang aman dan harmonis.
Arahan ini sejalan dengan prioritasnya meningkatkan pelayanan publik, kedekatan dengan masyarakat, dan penegakan hukum yang adil.
Namun, bagi masyarakat, arahan tersebut pada akhirnya perlu terlihat dalam pelayanan sehari-hari.
Polisi harus merespons laporan dengan cepat, memberi penjelasan jelas, bersikap adil, dan mendengarkan keluhan warga.
Sebab, rasa aman bukan hanya tentang tidak adanya kejahatan. Rasa aman juga tumbuh ketika warga merasa didengar, dilindungi, dan memperoleh pelayanan tanpa diskriminasi.
Melalui Commander Wish ini, Suyudi meminta seluruh personel memperkuat sinergi dengan masyarakat.
Tantangannya adalah memastikan semangat tersebut tidak berhenti sebagai arahan, melainkan benar-benar diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. **
Editor : Hadwan













