Malam Berujung Petaka di Kendal, Duel 2 Pria di Rumah Perempuan Berakhir Maut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi melakukan olah TKP di rumah di Desa Gentinggunung, Sukorejo, Kendal, tempat perkelahian dua pria yang berujung maut. (Posnews/Polres Kendal)

Polisi melakukan olah TKP di rumah di Desa Gentinggunung, Sukorejo, Kendal, tempat perkelahian dua pria yang berujung maut. (Posnews/Polres Kendal)

KENDAL, POSNEWS.CO.ID – Persaingan asmara yang berujung petaka. Dua pria yang bertetangga terlibat baku hantam di rumah seorang perempuan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Namun, perkelahian yang diduga dipicu persoalan hati itu berakhir tragis: satu orang tewas setelah mengalami luka serius di kepala.

Korban bernama Tubari, 54, warga Dusun Gecos, Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo. Sementara itu, pria yang terlibat perkelahian dengannya adalah Rokhadi, 50.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menyebut persoalan asmara menjadi pemicu pertikaian tersebut.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (14/10/2026) malam di rumah Haryanti, 49, perempuan yang diketahui menjalin hubungan dengan Rokhadi.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy membenarkan peristiwa tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap tersangka dan saksi, penyidik menduga persoalan asmara melatarbelakangi perkelahian yang merenggut nyawa Tubari.

Berawal dari kunjungan malam, berakhir dengan baku hantam

Malam itu, sekitar pukul 19.00 WIB, Rokhadi mendatangi rumah Haryanti. Keduanya kemudian berbincang di ruang tengah.

Baca Juga :  Anak Tiri di Bandung Setrum Ibu Sambung hingga Tewas, Motifnya Bikin Geger

Namun, suasana berubah ketika Tubari datang melalui pintu belakang rumah. Menurut keterangan awal yang disampaikan polisi, Tubari kemudian memukul Rokhadi.

Serangan tersebut memicu perkelahian. Keduanya terlibat saling pukul hingga situasi di dalam rumah berubah tegang.

Polisi menyatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, kedua pria itu berkelahi menggunakan tangan kosong, tanpa senjata maupun alat lain.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan peran masing-masing pihak.

Haryanti mencari pertolongan, Tubari sudah tergeletak

Perkelahian berlangsung hingga Haryanti keluar rumah untuk meminta bantuan tetangga. Namun, ketika kembali masuk, ia mendapati Tubari sudah tergeletak.

Meski mengalami luka, Tubari saat itu dilaporkan masih sadar dan sempat berbicara dengan Haryanti. Rokhadi bersama perempuan tersebut kemudian membawa Tubari ke bagian depan rumah.

Rokhadi juga meminta bantuan tetangga untuk menghubungi istri Tubari agar datang menjemputnya.

Namun, kondisi korban terus memburuk. Tubari akhirnya tidak sadarkan diri sebelum kemudian dibawa pulang ke rumahnya. Nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga korban. Perselisihan yang semula melibatkan dua pria itu berakhir dengan hilangnya satu nyawa dan proses hukum yang kini harus dijalani pihak yang diduga terlibat.

Baca Juga :  Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Luka di kepala berujung kematian

Pemeriksaan medis menemukan luka akibat benturan benda tumpul di bagian kepala Tubari. Polisi menyebut cedera tersebut menyebabkan perdarahan pada organ dalam kepala yang berujung pada kematian korban.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kedua pria tersebut berkelahi menggunakan tangan kosong.

“Pemeriksaan sementara, perkelahian keduanya tidak menggunakan senjata atau alat apa pun, hanya saling pukul menggunakan tangan kosong,” ungkap Ratna.

Keterangan medis dan saksi menjadi bagian penting dalam penyidikan untuk mengungkap secara utuh bagaimana perkelahian itu berlangsung hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Rokhadi ditetapkan sebagai tersangka

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Kendal mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan mengumpulkan alat bukti.

Polisi kemudian menetapkan Rokhadi sebagai tersangka dan menahannya di Mapolres Kendal. Penetapan tersebut, menurut Kapolres, didasarkan pada hasil pemeriksaan terhadap tersangka, saksi, serta alat bukti yang dikumpulkan penyidik.

Meski demikian, penyidik masih mendalami detail peristiwa dan unsur pidana yang terjadi.  **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Es Buah yang Dibeli Warga Kajoran Diduga Picu Keracunan, 86 Orang Dirawat
Dijanjikan Gaji Rp8 Juta, Perempuan 19 Tahun Diduga Terjebak Eksploitasi Seksual
Warga Sulit Dapat BBM, 6 Pengecer Pertalite di Bali Jual Rp100 Ribu per Botol
Dugaan Penipuan Kerja Sama Proyek Rp50 Juta, Pria Ditemukan Terikat di Bandung
Bus Tahanan Terjun ke Parit 4 Meter Usai Tabrak Truk di Jalinsum Labura
Wakil Panglima OPM Zakarias Fatem Ditangkap TNI, Nyatakan Kembali ke NKRI
Truk Muatan Bir Mengamuk di Nganjuk, Motor Hancur dan 2 Orang Tewas
Warga Makassar Tewas Saat Bantu Turunkan Sembako di Yahukimo

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Malam Berujung Petaka di Kendal, Duel 2 Pria di Rumah Perempuan Berakhir Maut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Es Buah yang Dibeli Warga Kajoran Diduga Picu Keracunan, 86 Orang Dirawat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Dijanjikan Gaji Rp8 Juta, Perempuan 19 Tahun Diduga Terjebak Eksploitasi Seksual

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Warga Sulit Dapat BBM, 6 Pengecer Pertalite di Bali Jual Rp100 Ribu per Botol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Dugaan Penipuan Kerja Sama Proyek Rp50 Juta, Pria Ditemukan Terikat di Bandung

Berita Terbaru

Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia mundur dari jabatan kurang dari seminggu setelah memicu kontroversi kualifikasi hukum dan klaim soal Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mungut Jabatan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:22 WIB

Donald Trump melontarkan lelucon soal nama Mohammad dan presiden Iran saat kampanye di Georgia, memicu kritik dari kelompok advokasi Muslim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Melontarkan Lelucon Tentang Nama Mohammad

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:22 WIB