JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebakaran KMP Batumandi di perairan dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026), membuat ratusan penumpang harus dievakuasi.
Beruntung, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
Polda Banten mengungkapkan, kapal tersebut mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan saat insiden terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari jumlah penumpang itu, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan, sedangkan 27 lainnya merupakan penumpang pejalan kaki.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi ketika kapal mendekati Pelabuhan Merak.
“Berdasarkan manifest, jumlah penumpang KMP Batumandi sebanyak 420 orang. Di dalam kapal juga terdapat 89 unit kendaraan,” ujar Maruli, Rabu (21/10/2026).
Sebanyak 16 Penumpang Sempat Mendapat Perawatan
Di tengah proses evakuasi, sejumlah penumpang membutuhkan pertolongan medis.
Gubernur Banten Andra Soni menyebutkan, sebanyak 16 orang sempat mendapat penanganan, yakni 11 orang di Puskesmas Pulomerak dan lima orang di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Pemerintah Provinsi Banten berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penumpang yang membutuhkan layanan kesehatan memperoleh penanganan.
Andra juga mengapresiasi para nelayan dan warga sekitar Merak yang spontan membantu proses penyelamatan, termasuk mengevakuasi bayi dan anak-anak.
Bantuan warga tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan penumpang saat situasi darurat berlangsung.
Api Muncul Saat Kapal Hendak Bersandar
Berdasarkan keterangan awal PT ASDP Indonesia Ferry, KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 14.52 WIB.
Ketika kapal mendekati Dermaga VI Pelabuhan Merak sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di bagian buritan, tepatnya pada dek atas untuk kendaraan kecil.
Kapal kemudian terbakar di perairan sekitar Pulau Merak Besar. Lokasi kejadian disebut berjarak sekitar 700 meter dari Dermaga VI.
Tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, petugas pelabuhan, dan unsur terkait melakukan evakuasi.
Petugas menggunakan sejumlah sarana penyelamatan, termasuk kapal patroli, kapal nelayan, perahu karet, dan kapal penyelamat.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga Rabu (21/10/2026), penyebab kebakaran belum dipastikan. Pihak berwenang masih perlu melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap dan sumber api.
Polda Banten juga membuka posko pelayanan di Dermaga VI Pelabuhan Merak untuk membantu penumpang yang kehilangan barang berharga atau dokumen akibat insiden tersebut. **
Editor : Hadwan












