Pemerintah: Tim Investigasi Independen Pascademo Ricuh Belum Diperlukan

Kamis, 11 September 2025 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menko Hukum Otto Hasibuan memberikan keterangan pers terkait pembentukan tim investigasi independen pascademo ricuh di Jakarta. Dok-Istimewa

Wakil Menko Hukum Otto Hasibuan memberikan keterangan pers terkait pembentukan tim investigasi independen pascademo ricuh di Jakarta. Dok-Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wakil Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, menilai belum ada urgensi membentuk tim investigasi independen pascademo yang berujung ricuh sejak Senin (25/8/2025) hingga akhir Agustus. Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang ini kami belum melihat urgensinya karena Kepolisian telah bekerja dengan baik,” kata Otto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025).

Otto menambahkan, semua tahanan diperlakukan dengan baik. Ia bersama Menko Kumham, Yusril Ihza Mahendra, telah mengunjungi sejumlah Polda untuk memastikan kondisi tersebut.

“Kami berbincang dengan para tahanan dan memastikan mereka diperlakukan secara layak. Tidak ada keluhan dari mereka,” ujar Otto.

Terkait pelepasan tahanan, Otto menegaskan hal ini tetap mengikuti hukum. “Kalau ada yang terbukti pidana, hukum berlaku. Namun, Kapolda diminta mempertimbangkan kasus anak di bawah umur agar bisa kembali ke orangtua dan melanjutkan sekolah,” tambahnya.

Baca Juga :  BGN Wajibkan Rapid Test di Semua Dapur Makan Bergizi Gratis, Polri Jadi Contoh

Sebelumnya, aksi unjuk rasa terjadi di berbagai daerah, termasuk Gedung DPR, sejak Senin (25/8/2025). Demo dipicu pernyataan anggota dewan soal tunjangan rumah Rp50 juta dan insiden rantis Brimob menabrak pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dua pekan lalu.

Publik menuntut 17+8 poin, salah satunya membentuk tim investigasi independen. Presiden Prabowo Subianto menilai usulan tersebut masuk akal saat berbincang dengan pemimpin redaksi media di Hambalang, akhir pekan lalu. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest
Putusan MK Jadi Amunisi, Gibran Dilaporkan ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan
Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan
Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu
Nusron Wahid Dipanggil KPK Hari Ini, Kasus HGB Summarecon Makin Terang?
Prabowo: Ada Ancaman, Jangan Gentar! Rp52 Triliun Kekayaan Negara Diselamatkan
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Nusron Wahid Dipanggil KPK Hari Ini, Kasus HGB Summarecon Makin Terang?

Berita Terbaru

Pengacara David Hearn mendesak pengawas pemerintah AS menyelidiki kegagalan renovasi Kolam Refleksi Lincoln dan kriminalisasi palsu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:12 WIB

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:52 WIB