Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menangani kecelakaan sepeda motor dan truk yang menewaskan dua orang di Jalan Jenderal Sudirman, Sampit, saat kabut asap menyelimuti kawasan.

Petugas menangani kecelakaan sepeda motor dan truk yang menewaskan dua orang di Jalan Jenderal Sudirman, Sampit, saat kabut asap menyelimuti kawasan.

SAMPIT, POSNEWS.CO.ID – Kabut asap pekat yang menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan.

Dua orang tewas setelah sepeda motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk di Jalan Jenderal Sudirman Km 10, Jumat (23/10/2026) pagi.

Saat kejadian, jarak pandang di ruas Jalan Trans Kalimantan tersebut dilaporkan hanya sekitar dua meter. Kondisi itu membuat pengendara sulit melihat kendaraan dari arah berlawanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut saksi mata bernama Hardi, kedua korban berboncengan sepeda motor dan melaju setelah melewati tikungan tajam.

Mereka kemudian menyalip sebuah minibus. Saat manuver tersebut, sepeda motor diduga masuk ke jalur berlawanan.

β€œJarak pandang paling cuma dua meter. Motor korban melaju agak kencang dan tidak pakai lampu. Setelah nyalip minibus, motornya agak masuk ke jalur kanan,” ujar Hardi.

Baca Juga :  Pemerintah Hormati Aksi Demo di DPR, Bentuk Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh

Nahas, sebuah truk melaju dari arah berlawanan. Karena jarak kedua kendaraan sudah dekat dan pandangan terhalang asap, tabrakan keras pun terjadi.

Benturan tersebut membuat pengendara dan penumpang sepeda motor terpental lebih dari lima meter. Keduanya meninggal dunia di lokasi akibat luka berat.

Polisi Olah TKP, Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit

Setelah menerima laporan, personel Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur mendatangi lokasi untuk menangani kecelakaan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas juga mengatur arus kendaraan agar proses penanganan berlangsung aman. Sementara itu, ambulans membawa kedua jenazah ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk penanganan lebih lanjut dan pendataan identitas.

Hingga laporan ini disusun, informasi yang tersedia belum memuat hasil akhir penyelidikan mengenai faktor penyebab kecelakaan. Karena itu, dugaan pengaruh kabut asap masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan kepolisian.

Baca Juga :  Demo Lapas Bollangi Gowa Ricuh, 8 Provokator Ditangkap Polisi, 2 Positif Narkoba

Kabut Asap Membahayakan Pengguna Jalan

Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi pengendara yang melintasi jalur Sampit dan sekitarnya ketika asap karhutla membatasi jarak pandang.

Dalam kondisi seperti itu, pengendara bisa terlambat melihat kendaraan lain, salah memperkirakan jarak, atau kehilangan kesempatan untuk menghindari benturan.

Pengguna jalan perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta menghindari menyalip ketika kondisi jalan di depan belum terlihat jelas.

Jika jarak pandang terlalu pendek, jangan memaksakan perjalanan. Menepilah di lokasi aman yang jauh dari arus kendaraan dan lanjutkan perjalanan setelah kondisi memungkinkan.

Tragedi ini menegaskan bahwa kabut asap bukan sekadar gangguan kenyamanan. Ketika pandangan hanya tersisa beberapa meter, satu manuver berisiko dapat berujung fatal.

Keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali kondisi jalan tidak memungkinkan pengendara melihat dengan jelas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit
Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Berita Terbaru

Ribuan pelajar dan guru menggelar demonstrasi di Athena Yunani untuk menuntut hunian murah dan kenaikan anggaran pendidikan di tengah inflasi Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:21 WIB

Taiwan menerbitkan peringatan darat akibat Topan Champi yang memicu pembatalan ratusan penerbangan dan mengganggu latihan militer AS-Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 07:25 WIB