Demo 28 Oktober di Jakarta: 4 Titik Aksi dan 5 Tuntutan Komite Sadar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Demonstrasi di Jakarta saat peringatan Hari Sumpah Pemuda dan rekayasa lalu lintas di sekitar Bundaran HI.
(Posnews/Net)

Ilustrasi, Demonstrasi di Jakarta saat peringatan Hari Sumpah Pemuda dan rekayasa lalu lintas di sekitar Bundaran HI. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga yang beraktivitas di Jakarta pada Rabu (28/10/2026) perlu mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

Sejumlah kawasan akan menjadi titik aksi demonstrasi bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monumen Nasional (Monas), dan Tugu Tani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengaturan arus kendaraan akan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Melalui akun Instagram @tmcpoldametro, kepolisian menginformasikan potensi kepadatan mulai pukul 10.00 WIB hingga aksi selesai.

“Sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai, di kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani, Jakarta Pusat, diperkirakan terjadi kepadatan lalu lintas dan rekayasa arus secara situasional,” tulis akun tersebut.

Karena itu, pengendara sebaiknya menghindari kawasan aksi jika tidak memiliki keperluan mendesak. Masyarakat juga perlu menyiapkan rute alternatif, mengatur waktu perjalanan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Untuk mengantisipasi perubahan kondisi jalan, warga dapat memantau informasi lalu lintas melalui akun media sosial resmi TMC Polda Metro Jaya.

Komite Sadar Gelar Aksi di Bundaran HI

Di tengah potensi kepadatan tersebut, Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite Sadar) berencana menggelar demonstrasi di Bundaran HI pada Rabu (28/10/2026).

Baca Juga :  Divpropam Polri Tetapkan 7 Personel Brimob Terlibat Pelanggaran Berat Meninggalnya Affan

Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan menjadi kelanjutan demonstrasi pada 20 Oktober lalu.

Perwakilan Komite Sadar, Namoradiarta Siahaan, mengatakan aksi tersebut bertujuan mendesak pemerintah agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan mandat rakyat.

Menurut dia, masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan.

Sebaliknya, suara rakyat harus ikut menentukan arah pembangunan, mengawasi penggunaan anggaran negara, melindungi ruang hidup, serta menjamin kebebasan menyampaikan kritik tanpa rasa takut.

“Suara rakyat harus menentukan arah pembangunan, mengawasi penggunaan anggaran, mempertahankan ruang hidup, serta menyampaikan kritik tanpa ketakutan,” jelas Namoradiarta.

Ia juga menyoroti janji politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Asta Cita.

Komite Sadar menilai pemerintah perlu membuktikan komitmen tersebut melalui kebijakan nyata, bukan sekadar retorika.

Namoradiarta mengingatkan bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum.

Karena itu, menurut dia, kebijakan pemerintah harus berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Ini Lima Tuntutan Komite Sadar

Dalam aksi tersebut, Komite Sadar menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah:

1. Menetapkan bencana nasional dan menuntaskan tata kelola lahan. Komite Sadar mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta menyelesaikan integrasi tata kelola lahan.
2. Mengutamakan kepentingan rakyat dalam APBN. Mereka meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran untuk kepentingan politik yang dinilai berkedok program populis, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
3. Menurunkan biaya pendidikan dan meratakan layanan dasar. Komite Sadar meminta pemerintah memperluas akses pendidikan yang terjangkau serta memastikan masyarakat memperoleh layanan dasar secara adil.
4. Menghentikan penyalahgunaan hukum dan memberantas KKN. Mereka mendesak penegakan hukum berjalan adil serta tidak digunakan sebagai alat untuk menyalahgunakan kekuasaan.
5. Memulihkan kebebasan berpendapat dan menghentikan militerisasi ruang sipil. Komite Sadar menuntut penuntasan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), perlindungan kebebasan bersuara, serta penghentian militerisasi di ruang sipil.

Baca Juga :  Janda di Lampung Ditemukan Tewas Terikat, Polisi Buru Pelaku Dugaan Perampokan

Warga Diminta Mengatur Perjalanan

Rencana aksi di sejumlah titik membuat masyarakat perlu lebih cermat mengatur perjalanan, terutama bagi warga yang hendak melintasi kawasan Sudirman–MH Thamrin, Monas, atau sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Namun, rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Pengendara sebaiknya tidak menganggap seluruh ruas jalan otomatis ditutup dan tetap memeriksa informasi resmi sebelum berangkat.

Di sisi lain, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak warga negara.

Karena itu, pengamanan dan pengaturan lalu lintas diharapkan dapat menjaga keselamatan peserta aksi sekaligus membantu masyarakat lain tetap beraktivitas.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda pun menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, menghormati hak pengguna jalan, dan menjaga ruang publik tetap aman bagi semua. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Simak Prakiraan Cuaca dan Suhunya
Monyet Liar Kembali Serang Warga Tarumajaya, Nenek Luka di Tangan dan Kepala
Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Hari Ini, Bogor Waspadai Petir
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Siap Awasi Pengendara
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Senin Ini, Simak Wilayah dan Suhunya
Warga Jabodetabek Wajib Waspada, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Rumah Lansia Tak Layak Huni Dibedah, Kampung Ambon Didorong Berubah
21 Lifeguard Berenang Bergantian Selama 24 Jam, Atlantis Ancol Bidik Rekor MURI

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Demo 28 Oktober di Jakarta: 4 Titik Aksi dan 5 Tuntutan Komite Sadar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Simak Prakiraan Cuaca dan Suhunya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Monyet Liar Kembali Serang Warga Tarumajaya, Nenek Luka di Tangan dan Kepala

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Hari Ini, Bogor Waspadai Petir

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Siap Awasi Pengendara

Berita Terbaru