JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Suasana sore di kawasan Jalan Tanggul Timur, seberang Kompleks Permata atau yang lebih dikenal sebagai Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, mendadak berubah menjadi lautan teror pada Rabu (14/10/2026) sore.
Tanpa belas kasihan, sekelompok orang tak dikenal secara brutal menyerang tiga warga sipil yang sedang bersantai di bantaran kali.
Akibat aksi beringas tersebut, para korban mengalami luka parah akibat hantaman senjata tajam dan terjangan timah panas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi insiden mengerikan yang mencoreng keamanan ibu kota ini, aparat kepolisian bergerak cepat.
Melalui keterangan pers resmi pada Sabtu (31/10/2026), Polda Metro Jaya mengumumkan perkembangan signifikan berupa penangkapan salah satu pelaku utama.
Kurang dari 24 Jam: Pelaku Berinisial FDM Menyerahkan Diri di Duren Tiga
Sebagai bukti keseriusan penegakan hukum, tim gabungan Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya langsung memburu para pelaku sejak detik-detik pertama laporan diterima.
Hasilnya, pengepungan di berbagai sudut kota membuahkan hasil.
“Dalam penanganannya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah mengamankan satu orang pelaku berinisial FDM pada 15 Oktober 2026, yakni satu hari setelah kejadian,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat konferensi pers.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan, membeberkan drama di balik penangkapan tersebut.
Setelah terdesak oleh perburuan ketat tim gabungan, pelaku FDM akhirnya memilih menyerahkan diri melalui seorang perantara.
“Setelah dikejar dan dicari di berbagai titik di Jakarta, alhamdulillah termasuk dari informasi yang ada, FDM melalui perantara menyerahkan diri kepada petugas Krimum Polda Metro Jaya di wilayah Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan,” ungkap Kombes Imron.
Barang Bukti Mematikan: Senjata Api Rakitan dan Amunisi Disita
Dalam penggerebekan dan penyerahan diri tersebut, aparat kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti berbahaya yang digunakan dalam aksi penyerangan sadis itu.
Adapun barang bukti yang disita meliputi:
- Satu pucuk senjata api rakitan
- Dua butir peluru kaliber 9 mm
- Satu butir amunisi aktif
- Satu butir selongsong serta proyektil peluru
Temuan senjata api rakitan ini semakin menegaskan betapa berbahayanya ancaman yang dihadapi para korban saat insiden penyerangan brutal tersebut terjadi.
Perburuan Belum Usai: Polisi Kantongi Identitas DPO Lainnya
Kendati satu orang pelaku telah berhasil diringkus, pihak kepolisian memastikan bahwa pengusutan kasus ini belum selesai.
Oleh karena itu, tim gabungan kini tengah memburu para pelaku tersisa yang identitasnya sudah dikantongi oleh penyidik.
“Saat ini masih ada DPO lain yang dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Alhamdulillah identitasnya sudah diketahui, tinggal menunggu waktu, insyaallah kami akan segera menangkapnya,” pungkas Kombes Imron dengan nada tegas.
Diserang Brutal Saat Santai di Bantaran Kali
Berdasarkan data penyelidikan awal, petaka bermula ketika ketiga korban sedang duduk bersantai menikmati sore di kawasan bantaran kali Jalan Tanggul Timur.
Tiba-tiba, sebuah kendaraan berhenti dan menurunkan sekelompok pria beringas. Tanpa adu mulut atau peringatan sebelumnya, para pelaku langsung menghujani korban dengan aksi pembacokan dan penembakan secara membabi buta. **
Editor : Hadwan













