BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Nasib tragis menimpa seorang pengendara sepeda motor perempuan berinisial JTH di Jalan Raya Cikuda, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun dengan sepeda motor lain dan sebuah truk tronton, Sabtu (31/10/2026).
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu bermula ketika JTH mengendarai Suzuki Let’s dari arah Wanaherang menuju Cileungsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di lokasi kejadian, korban bergerak ke kanan untuk mendahului truk tronton yang melaju di depannya. Namun, pada saat bersamaan, sebuah Honda CBR 150 datang dari arah berlawanan.
Benturan kedua sepeda motor pun tak terhindarkan. Kedua kendaraan terjatuh ke sisi kiri jalan. Nahas, sepeda motor Suzuki Let’s beserta pengendaranya kemudian membentur ban belakang kanan truk tronton.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rahman membenarkan insiden tersebut. Ia memastikan satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan itu.
“Korban kecelakaan meninggal dunia satu orang, pengendara sepeda motor Suzuki Lets berinisial JTH,” kata Ares, Sabtu (31/10/2026).
Kepala Korban Mengalami Luka, Pengendara CBR Terluka
Benturan keras membuat JTH mengalami luka di bagian kepala hingga meninggal dunia. Sementara itu, pengendara Honda CBR 150 mengalami luka pada siku dan lutut.
Petugas kemudian membawa korban ke RS Abdul Radjak Cileungsi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban dibawa ke RS Abdul Radjak Cileungsi,” ujar Ares.
Jalur Cikuda Perlu Diwaspadai
Jalan Raya Cikuda–Wanaherang merupakan salah satu jalur penting di kawasan Gunung Putri. Ruas ini juga menjadi jalur alternatif selama pekerjaan penggantian Jembatan Kedep atau Jembatan Wika berlangsung.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan pengendara semakin penting, terutama ketika melintasi kendaraan besar dan berhadapan dengan arus dari arah berlawanan.
Sejumlah gangguan kendaraan berat di koridor Cikuda–Wanaherang sebelumnya juga sempat memicu perlambatan lalu lintas.
Polisi mengimbau pengendara agar tidak memaksakan diri mendahului kendaraan jika jarak pandang terbatas atau kondisi jalur belum aman.
Pastikan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan sebelum berpindah ke jalur kanan.
Sebab, satu keputusan terburu-buru di jalan raya dapat berujung fatal. Kecelakaan di Cikuda ini kembali mengingatkan bahwa keselamatan harus lebih diutamakan daripada keinginan untuk cepat sampai tujuan. **
Editor : Hadwan













