Minyak Nilam Kini Bisa Masuk SRG, Petani Berpeluang Dapat Pembiayaan

Jumat, 6 November 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak nilam atau patchouli oil, komoditas minyak asiri Indonesia yang kini masuk Sistem Resi Gudang. (Shutterstock)

Minyak nilam atau patchouli oil, komoditas minyak asiri Indonesia yang kini masuk Sistem Resi Gudang. (Shutterstock)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kabar baik bagi petani dan pelaku usaha minyak nilam.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) kini memasukkan minyak nilam (patchouli oil) sebagai komoditas yang dapat disimpan melalui Sistem Resi Gudang (SRG).

Kebijakan ini membuka peluang baru untuk memperkuat tata niaga minyak nilam, menjaga kualitas produk, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi petani dan penyuling.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2055 Tahun 2026 tentang Perubahan Barang yang Dapat Disimpan di Gudang Sistem Resi Gudang.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, Tirta Karma Senjaya, menjelaskan bahwa pemerintah mengambil keputusan tersebut berdasarkan kajian terstruktur.

Kajian itu mencakup potensi pasar, karakteristik teknis penyimpanan, serta kesiapan dukungan kelembagaan dan pembiayaan. Hasilnya menunjukkan minyak nilam layak dikembangkan sebagai komoditas SRG.

“Bappebti berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan SRG untuk mendukung produktivitas, menjaga kualitas, mendorong stabilitas harga jual, serta meningkatkan nilai ekonomi minyak nilam di pasar domestik maupun global,” ujar Tirta.

Menurut Tirta, pemanfaatan SRG dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha. Terlebih, minyak nilam memiliki karakteristik yang sesuai dengan fungsi sistem tersebut dan didukung potensi pasar serta rantai pasok.

Dukungan lainnya mencakup aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, dan regulasi. Dengan ekosistem yang semakin kuat, minyak nilam diharapkan mampu meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Minyak nilam sendiri merupakan salah satu komoditas minyak asiri strategis Indonesia. Produk ini banyak digunakan sebagai bahan baku industri parfum, kosmetik, aromaterapi, hingga berbagai produk berbahan alami.

Baca Juga :  45 Produk Raih Good Design Indonesia 2026, Siap Bersaing di Jepang dan Taiwan

SRG Jadi Alternatif Pembiayaan Pelaku Usaha

Meski memiliki potensi ekonomi dan pasar ekspor yang besar, industri minyak nilam masih menghadapi sejumlah kendala.

Persoalan tersebut meliputi fluktuasi harga, mutu produk yang belum konsisten, keterbatasan gudang berstandar, lemahnya ketertelusuran produk, serta akses pembiayaan yang terbatas.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan SRG dan Pasar Lelang Komoditas (PLK), Diah Sandita Arisanti, mengatakan SRG dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat perdagangan minyak nilam.

Melalui mekanisme ini, pelaku usaha dapat menyimpan komoditas di gudang yang memenuhi persyaratan. Selanjutnya, pengelola gudang menerbitkan Resi Gudang sebagai bukti kepemilikan barang.

Resi tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai agunan pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan begitu, pelaku usaha memiliki alternatif untuk memperoleh modal tanpa harus langsung menjual seluruh persediaan saat harga belum menguntungkan.

“SRG berpotensi menjadi instrumen untuk memperkuat tata niaga minyak nilam melalui mekanisme penyimpanan komoditas yang memenuhi standar, penerbitan Resi Gudang sebagai bukti kepemilikan barang, serta pemanfaatannya sebagai agunan pembiayaan,” jelas Diah.

Ia berharap mekanisme tersebut membantu pelaku usaha mengatur waktu penjualan sehingga memperoleh nilai ekonomi yang lebih optimal.

Pemerintah Siapkan Pengembangan SRG Minyak Nilam

Namun, pemerintah masih perlu menyiapkan sejumlah langkah agar pemanfaatan SRG untuk minyak nilam berjalan efektif.

Diah menilai koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu diperkuat. Fokusnya mencakup penyempurnaan regulasi, penguatan kelembagaan, serta pembangunan infrastruktur penjaminan mutu.

Selain itu, pemerintah perlu menyiapkan proyek percontohan atau pilot project di daerah potensial penghasil minyak nilam.

Daerah tersebut perlu memiliki ekosistem pendukung, mulai dari produksi dan penyulingan hingga kelembagaan, riset, akses pasar, serta pembiayaan.

Pengembangan minyak nilam sebagai komoditas SRG sebelumnya melalui proses pengusulan dan pembahasan bersama kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan dari sektor hulu hingga hilir.

Baca Juga :  Toyota Zenix Seri Q Picu Horor di Tol! Ban Pecah - Nyawa Konsumen Nyaris Melayang

Adapun usulan penambahan komoditas SRG dapat berasal dari pemerintah daerah, kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian, maupun asosiasi komoditas. Setiap usulan harus didukung kajian sebagai bahan pertimbangan penetapan.

Minyak Nilam Tambah Daftar 31 Komoditas SRG

Diah menjelaskan, masuknya minyak nilam menambah daftar komoditas Indonesia yang dapat disimpan di gudang SRG.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan komoditas tersebut melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2026 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang Dapat Disimpan dalam SRG.

Kini, terdapat 31 komoditas yang dapat memanfaatkan fasilitas SRG, yakni:

1. Gabah
2. Beras
3. Jagung
4. Kopi
5. Kakao
6. Lada
7. Karet
8. Rumput laut
9. Rotan
10. Garam
11. Gambir
12. Teh
13. Kopra
14. Timah
15. Bawang merah
16. Ikan
17. Pala
18. Ayam karkas beku
19. Gula kristal putih
20. Kedelai
21. Tembakau
22. Kayu manis
23. Agar
24. Karagenan
25. Mocaf
26. Pinang
27. Tapioka
28. Ikan asap
29. Ikan kayu
30. Cengkih
31. Minyak nilam

Bappebti menyatakan akan terus memperkuat kelembagaan, standardisasi mutu, fasilitas penyimpanan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

“Kami berharap pengembangan minyak nilam melalui SRG dapat memperluas akses pembiayaan, meningkatkan posisi tawar petani dan penyuling, serta mendorong nilai tambah dan daya saing minyak nilam sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia,” tutup Diah.

Kebijakan ini diharapkan menjadi dorongan bagi penguatan industri minyak nilam nasional.

Dengan dukungan penyimpanan berstandar, jaminan mutu, dan akses pembiayaan, petani serta penyuling berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dari komoditas unggulan tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UMKM Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Global, Ini Strategi Mendag di APEC
Musik Indonesia Berpeluang Mendunia, Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun
AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan
Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi
Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor
Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026
Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang
TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 07:27 WIB

Minyak Nilam Kini Bisa Masuk SRG, Petani Berpeluang Dapat Pembiayaan

Rabu, 4 November 2026 - 20:17 WIB

UMKM Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Global, Ini Strategi Mendag di APEC

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Musik Indonesia Berpeluang Mendunia, Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:58 WIB

AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi

Berita Terbaru

Partai Demokrat sukses menguasai Kongres AS pada Pemilu Sela 2026. Simak ulasan kemenangan Senat, hasil pemilihan gubernur, serta respons Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:26 WIB

Personel Korsabhara Baharkam Polri bersama anjing pelacak K-9 dalam apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam 2026. Dok: Ist

NASIONAL

Polri Siapkan K-9 hingga Kuda Turangga untuk Hadapi Bencana

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:11 WIB

Pasukan Rusia membom sekolah di Zaporizhzhia Ukraina dan menewaskan dua puluh empat warga. Simak ulasan kronologi dan respons Volodymyr Zelenskyy. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:08 WIB