Dasco Minta DPR Kawal Kasus Penyadapan Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan sikap DPR terkait kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Posnews/Ist)

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan sikap DPR terkait kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto memasuki babak baru.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Komisi III DPR mengawasi perkembangan penanganan perkara yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri tersebut.

Dasco menegaskan, DPR tidak akan mencampuri proses penyidikan. Namun, lembaga legislatif tetap menjalankan fungsi pengawasan agar penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perkara penyadapan itu kemudian sudah dilakukan penegakan hukum oleh pihak kepolisian, dan tentunya kami menyerahkan sepenuhnya proses-proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Meski menyerahkan proses hukum kepada kepolisian, Dasco meminta Komisi III DPR memantau perkembangan kasus tersebut secara berkala.

“Dan kami akan meminta komisi teknis dalam hal ini Komisi III untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkara ini ya,” ujarnya.

Empat Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka

Sementara itu, penyidikan Bareskrim Polri terus berkembang. Hingga Kamis (5/11/2026), polisi telah menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal, akses tanpa hak (illegal access), dan penghapusan data elektronik.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Keempat tersangka tersebut yakni mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, serta Irjen Slamet Uliandi.

Nama Slamet masuk dalam daftar tersangka setelah penyidik meningkatkan status hukumnya dari saksi pada Kamis (5/11/2026). Dengan demikian, jumlah tersangka bertambah dari tiga menjadi empat orang.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto menjelaskan, Slamet diduga memiliki peran dalam pemberian izin penyadapan dan penghapusan data hasil intersepsi.

Menurut penyidik, Ahrie Sonta dan Eko Hadi harus meminta izin kepada Slamet ketika akan melakukan proses penyadapan. Pada Oktober 2026, Ahrie juga diduga meminta persetujuan Slamet untuk menghapus berkas hasil penyadapan.

Saat ini, tiga tersangka, yakni Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi, telah ditahan di Mako Brimob. Sementara itu, Slamet belum ditahan karena mengalami gangguan kesehatan pascastroke.

Penyadapan Diduga Berlangsung Sejak 2025

Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan berlangsung pada periode 2025 hingga 2026.

Baca Juga :  Pemulihan Bencana Sumatra Ditarget Tuntas 3 Tahun, Anggaran Capai Rp100 Triliun

Penyidik menduga sejumlah nomor telepon dimasukkan ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui proses verifikasi dan prosedur yang semestinya.

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin sebelumnya menyebut sasaran penyadapan tidak hanya nomor telepon Presiden Prabowo.

Sejumlah pejabat negara, tokoh politik, insan media, tokoh organisasi kemasyarakatan, aktivis LSM, hingga pengusaha juga diduga menjadi target.

Dalam konferensi pers, Selasa (3/11/2026), Asep menyebut penyadapan diduga dilakukan tanpa prosedur dan bukan untuk kepentingan penegakan hukum.

Penyidik juga mendalami dugaan penghapusan berkas hasil penyadapan pada Oktober 2026.

Perkara ini terungkap setelah seorang petugas yang mengetahui dugaan penghapusan data membuat laporan polisi pada 30 Oktober 2026.ย Polisi memeriksa saksi dan ahli serta menyita 11 ponsel, satu iPad, dan empat flashdisk.

Penanganan perkara tersebut kini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan penyalahgunaan sistem penyadapan milik kepolisian dan sejumlah pejabat negara.

Komisi III DPR akan mengawasi perkembangan kasus, sedangkan pembuktian tetap menjadi kewenangan penyidik dan pengadilan.
**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CPNS 2026 Direncanakan Dibuka November, Simak Persiapannya
Polri Siapkan K-9 hingga Kuda Turangga untuk Hadapi Bencana
Mahfud MD Bongkar Proses Pencalonan Listyo Sigit
I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional
Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat, Ini Perannya dalam Kasus Penyadapan
Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?
1.468 Titik Panas Karhutla, Kalteng Paling Mengkhawatirkan
DPR Dorong RUU Penyadapan, Privasi Warga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:03 WIB

Dasco Minta DPR Kawal Kasus Penyadapan Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 13:35 WIB

CPNS 2026 Direncanakan Dibuka November, Simak Persiapannya

Jumat, 6 November 2026 - 06:11 WIB

Polri Siapkan K-9 hingga Kuda Turangga untuk Hadapi Bencana

Jumat, 6 November 2026 - 05:54 WIB

Mahfud MD Bongkar Proses Pencalonan Listyo Sigit

Kamis, 5 November 2026 - 21:41 WIB

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan sikap DPR terkait kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Dasco Minta DPR Kawal Kasus Penyadapan Prabowo

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:03 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Posnews/

NASIONAL

CPNS 2026 Direncanakan Dibuka November, Simak Persiapannya

Jumat, 6 Nov 2026 - 13:35 WIB

VOIDJOY merilis pengendali portabel SkyLark S1 Pro dengan tuas magnetik TMR dan trigger optik linear. Simak ulasan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

VOIDJOY Rilis Pengendali Permainan Portabel SkyLark S1 Pro

Jumat, 6 Nov 2026 - 13:24 WIB

AMD menyiapkan APU Grimlock berbasis RDNA Lima Plus untuk meluncur pada tahun dua ribu dua puluh sembilan. Simak ulasan performa. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Siapkan APU Grimlock Berarsitektur RDNA 5+

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:18 WIB