Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamni. (Posnews/Ist)

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamni. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Praktik haji ilegal kembali terbongkar. Satgas Penanganan Haji dan Umrah Ilegal membongkar modus licik pemberangkatan jamaah menggunakan visa tenaga kerja.

Aparat kini memburu jaringan pelaku yang diduga sudah beroperasi masif sejak 2024.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamni, menegaskan pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap sindikat tersebut.

Polisi bahkan sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam praktik haram ini.

127 Kali Berangkatkan Haji Ilegal

Selanjutnya, hasil pemeriksaan awal mengungkap fakta mencengangkan. Para pelaku diduga sudah memberangkatkan jamaah haji ilegal sebanyak 127 kali dalam dua tahun terakhir.

“Dari pemeriksaan bersama Imigrasi Soekarno-Hatta pada 18 April, kami menemukan delapan orang yang patut diduga terlibat dalam kegiatan haji ilegal,” tegas Irhamni, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga :  Operasi Lilin 2025, Korlantas Polri: Fokus Pengamanan Jalur Tol dan Pusat Keramaian

Tak berhenti di situ, polisi memastikan akan mengejar pihak-pihak lain, termasuk perusahaan atau PT yang terlibat dalam pengiriman jamaah secara ilegal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus Visa Kerja, Iming-iming Berangkat Cepat

Kemudian, pelaku menggunakan modus penipuan dengan menawarkan keberangkatan haji tanpa antrean panjang. Mereka mengiming-imingi calon jamaah bisa berangkat di tahun yang sama.

Padahal, secara resmi, antrean haji di Indonesia bisa memakan waktu bertahun-tahun. Namun, pelaku memanipulasi dokumen dengan menggunakan visa tenaga kerja sebagai kedok.

“Secara administrasi mereka pakai visa kerja, tetapi tujuan sebenarnya untuk ibadah haji,” ungkap Irhamni.

Sementara itu, delapan orang yang diduga hendak berangkat sudah berhasil dicegah oleh petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta.

Mereka kini masih berada di Indonesia dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Kecemasan Iklim: Beban Psikologis Baru Generasi Muda

Polisi menegaskan kasus ini berbeda dengan penangkapan tiga WNI di Arab Saudi yang juga terkait dugaan penipuan haji.

Polisi Kejar Jaringan dan Perusahaan

Lebih lanjut, aparat akan membongkar jaringan hingga ke akar, termasuk agen penyedia visa dan pihak yang memanipulasi dokumen keberangkatan.

“Kami akan kejar semua pihak yang terlibat, baik penyedia visa maupun pelaku manipulasi administrasi,” tegasnya.

Di sisi lain, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda tawaran haji instan. Modus ini kerap menjebak korban dengan janji berangkat cepat tanpa antre.

“Jangan mudah percaya. Pastikan keberangkatan haji melalui jalur resmi,” pungkas Irhamni.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat. Di tengah tingginya minat ibadah haji, sindikat ilegal memanfaatkan celah dengan cara-cara licik yang berisiko hukum dan keselamatan jamaah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata
Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar
May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung
Raja Charles III Beri Penghormatan di Ground Zero dan Kunjungi Harlem
WNI Ditangkap di Mekkah! Sindikat Penipuan Haji Ilegal Terbongkar, Pakai Atribut Petugas
Kepingan Logam di Gunung Takachiho yang Menyatukan Keluarga Korban PD II
Geger! Mayat Remaja Tewas Terkubur di Rembang, Pelaku Ditangkap Saat Kabur

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 16:19 WIB

May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kamis, 30 April 2026 - 15:24 WIB

Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung

Berita Terbaru

Sinyal perdamaian dari Ruang Oval. Presiden Donald Trump mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina saat memperingati berakhirnya Perang Dunia II, sembari menolak tawaran bantuan nuklir Iran dari Vladimir Putin sebelum perang di Eropa berakhir. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:35 WIB

Konfrontasi di Kongres. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari anggota Partai Demokrat terkait biaya perang yang membengkak dan pembersihan kepemimpinan di Pentagon tanpa persetujuan Kongres. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:29 WIB