POSNEWS.CO.ID, SAN DIEGO – SpaceX resmi memilih Qualcomm sebagai mitra infrastruktur jaringan 5G Starlink Mobile. Qualcomm mengumumkan kesepakatan multitahun itu pada 4 November 2026. Sementara itu, SpaceX menargetkan peluncuran jaringan seluler nasional di Amerika Serikat pada 2027.
Rencana Starlink Mobile pertama kali muncul pada musim panas 2026. Kemudian, pada Oktober, SpaceX menegaskan niatnya menjadi operator seluler besar. Elon Musk bahkan menjanjikan sinyal bagus di mana saja. Kesepakatan dengan Qualcomm kini menjadi langkah konkret berikutnya.
Kabar ini menarik perhatian pelaku industri telekomunikasi di berbagai negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
SpaceX Pakai Platform Dragonwing Qualcomm untuk Stasiun Pangkalan
Qualcomm akan memasok platform infrastruktur seluler Dragonwing, perangkat radio, dan perangkat lunak. Perangkat itu akan menggerakkan puluhan ribu stasiun pangkalan Starlink Mobile. Jaringan tersebut memakai radio Massive MIMO dengan 64 saluran kirim dan 64 saluran terima. Teknologi ini meningkatkan kemampuan antena dan efisiensi jaringan.
Namun, kedua pihak belum membuka nilai kontrak. Meskipun demikian, Qualcomm menyebutnya kesepakatan 5G terbesar yang pernah perusahaan itu raih. Rencana ini baru mencakup pasar Amerika Serikat.
Satelit dan Menara Darat Membentuk Satu Jaringan
SpaceX ingin menggabungkan satelit dan menara seluler darat dalam satu jaringan. Dengan demikian, layanan Starlink Mobile berpeluang menutup area tanpa sinyal. SpaceX sudah bertahun-tahun mengembangkan layanan satelit langsung ke ponsel.
Selain itu, perusahaan merancang sendiri desain stasiun pangkalannya. Kemitraan dengan Qualcomm mempercepat pengembangan desain tersebut. Eksekutif Qualcomm juga membuka peluang kerja sama lain hingga era 6G.
Pendekatan hibrida ini membedakan Starlink Mobile dari operator tradisional. Operator lama mengandalkan menara darat, sedangkan SpaceX menambahkan lapisan satelit di atasnya.
Analis Menyoroti Tantangan Cakupan dan Kapasitas
Sejumlah analis menilai Starlink Mobile berpeluang menjadi operator nasional keempat di Amerika Serikat. Namun, analis lain meragukan kecepatan realisasi proyek ini. Mereka mempertanyakan cakupan dan kapasitas jaringan.
Sebagai contoh, pembangunan jaringan nasional bisa memakan waktu beberapa tahun. Di sisi lain, laporan sebelumnya menyebut T-Mobile menolak kerja sama dengan SpaceX. Oleh karena itu, pelaku industri menunggu bukti kinerja setelah peluncuran 2027.
Bagi pengguna, hasil nyata baru terlihat setelah jaringan beroperasi. Pertama, SpaceX harus memasang puluhan ribu stasiun pangkalan. Kedua, perusahaan harus membuktikan kualitas sinyal di berbagai wilayah. Karena itu, publik perlu memantau perkembangan sepanjang 2027.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













