KPK Periksa Wabup Kolaka Timur Yosep Sahaka Terkait Korupsi RSUD Rp126 Miliar

Selasa, 16 September 2025 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Bupati Kolaka Timur (Wabup Koltim) Yosep Sahaka (YS) sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan RSUD Kolaka Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus besar ini sebelumnya menjerat Bupati Koltim nonaktif, Abdul Azis, sebagai tersangka utama.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan Yosep Sahaka dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Selasa, 16 September 2025, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Selain Yosep, KPK juga memanggil dua saksi penting lain. Mereka adalah Aspian Suute, Kepala BKAD Kolaka Timur, serta Ruri Purwandi, Ketua Tim Kerja Perencanaan Program, Evaluasi, dan Pelaporan Kemenkes.

Baca Juga :  Realitas Baru: Perjanjian Nuklir New START Berakhir

β€œPemeriksaan ini bertujuan mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur,” ujar Budi kepada wartawan.

Kasus Korupsi RSUD Kolaka Timur

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Sulawesi Tenggara, Jakarta, dan Sulawesi Selatan. Dari OTT tersebut, penyidik KPK menetapkan lima orang tersangka, yakni:

  • Abdul Azis (ABZ) – Bupati Kolaka Timur periode 2024–2029.
  • Andi Lukman Hakim (ALH) – PIC Kemenkes untuk pembangunan RSUD.
  • Ageng Dermanto (AGD) – PPK proyek pembangunan RSUD Koltim.
  • Deddy Karnady (DK) – Pihak swasta dari PT PCP.
  • Arif Rahman (AR) – Pihak swasta dari KSO PT PCP.
Baca Juga :  Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit

Dugaan Suap Rp9 Miliar

KPK menduga Abdul Azis meminta commitment fee sebesar Rp9 miliar dari proyek pembangunan RSUD Koltim senilai Rp126 miliar. Dari jumlah tersebut, ia diduga sudah menerima Rp1,6 miliar.

Hingga kini, KPK masih menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam skandal korupsi ini. Penyidik juga menekankan bahwa proyek RSUD Kolaka Timur seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan menjadi ajang memperkaya pejabat.

Dengan perkembangan terbaru ini, KPK menegaskan komitmennya mengusut tuntas praktik korupsi di sektor pembangunan infrastruktur kesehatan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah
Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit
Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:27 WIB

Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:22 WIB

Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom

Berita Terbaru

Pelebaran sayap di Asia Timur. Anthropic resmi membuka kantor baru di Seoul guna menggarap pasar potensial Korea Selatan pasca-pemblokiran akses model AI canggih oleh pemerintah AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:15 WIB