BMKG Ramal Hujan Guyur Jakarta Siang Ini, Warga Diminta Waspada Petir

Sabtu, 27 September 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pengendara motor mengenakan jas hujan saat melintas di tengah hujan di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, pengendara motor mengenakan jas hujan saat melintas di tengah hujan di kawasan Jakarta dan sekitarnya. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – BMKG memprediksi cuaca Jabodetabek hari ini, Sabtu (27/9/2025), didominasi cerah berawan sejak pagi.

Namun, siang hingga sore, langit berubah muram karena hujan diperkirakan turun di sejumlah wilayah.

Sejak dini hari, langit masih cerah berawan. Akan tetapi, memasuki siang, hujan ringan dipastikan mengguyur Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Depok, serta Bogor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Tangerang Selatan berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang.

Suhu udara di Bogor tercatat 18–30°C, sedangkan wilayah lain termasuk Jakarta dan sekitarnya mencapai 24–32°C. Selain itu, kelembapan cukup tinggi, berkisar 70–95 persen.

Baca Juga :  Motif Penculikan dan Pembunuhan Kepala KCP BRI Ilham Pradipta Mulai Terungkap

Adapun angin bertiup dari timur–tenggara dengan kecepatan 2–28 km/jam.

BMKG juga mengingatkan warga agar tetap waspada. Pasalnya, hujan disertai petir dan angin kencang bisa melanda Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Depok, Bekasi, hingga Bogor.

Prakiraan Cuaca Nasional

27–28 September 2025

Hujan Ringan: Riau, Kep. Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Papua.

Hujan Sedang: Aceh, Sumbar, Jambi, Sumsel, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, DIY, NTB, NTT, Kalsel, Kalut, Sulut, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Maluku, Malut, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Cek Cuaca Kota Besar di Indonesia

Hujan Lebat: Sumut, Bengkulu, Sulteng, Papua Pegunungan.

28–29 September 2025

Hujan Ringan: Riau, Kep. Riau, DIY, Bali, NTB, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Papua.

Hujan Sedang: Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kalut, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Sultra, Maluku, Malut, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah.

Hujan Lebat: Sumsel. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi
Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa
Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat
Jumat 18 September, Hujan Ringan Berpeluang Guyur Jakarta hingga Tangerang
Tiga Ruang Dirjen ATR/BPN Digeledah KPK, Dokumen dan BBE Disita

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:24 WIB

Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:11 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 10:26 WIB

Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB

Ilustrasi, CEO Meta Mark Zuckerberg menolak desakan penghentian pengembangan AI. Simak rincian argumen insentif pasar dan evaluasi independen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

CEO Meta Mark Zuckerberg Tolak Desakan Penghentian AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:15 WIB