Arya Sinulingga Sindir Malaysia Usai FIFA Jatuhkan Hukuman Sadis

Sabtu, 27 September 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Arya Sinulingga komentar soal sanksi FIFA terhadap Malaysia. Dok: timnasco

Arya Sinulingga komentar soal sanksi FIFA terhadap Malaysia. Dok: timnasco

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Exco PSSI Arya Sinulingga buka suara usai FIFA resmi menghukum Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi karena pemalsuan dokumen.

Arya menegaskan proses naturalisasi di Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Semua wajib mengikuti aturan ketat.

“Naturalisasi itu berat. Ada yang butuh bertahun-tahun, bahkan ada yang gagal meski punya peluang. Jadi jangan kira gampang,” tegas Arya lewat Instagram sambil mengunggah berita sanksi FIFA.

Naturalisasi Kilat ala Malaysia

Malaysia sebelumnya pamer sukses menaturalisasi tujuh pemain keturunan: Gabriel Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazábal, dan Hector Hevel.

Hasilnya bikin geger. Skuad Harimau Malaya mendadak garang. Mereka membantai Vietnam 4-0 pada 10 Juni 2025, lalu membekap Palestina 1-0 pada 8 September 2025.

Namun, euforia itu berbalik jadi bencana. FIFA turun tangan, menyelidiki, lalu menjatuhkan sanksi telak.

Baca Juga :  FIFA Rilis Maskot Piala Dunia 2026: Clutch, Zayu, dan Maple Jadi Simbol Tuan Rumah

Sanksi Sadis FIFA

FAM diganjar denda 350 ribu CHF atau sekitar Rp7,3 miliar. Sedangkan tujuh pemain kena denda 2000 CHF (Rp41,8 juta) plus larangan tampil di semua level selama satu tahun.

FIFA memberi waktu 10 hari kepada FAM dan para pemain untuk mengajukan banding. FAM sendiri sudah menyatakan bakal melawan putusan itu. Tinggal tunggu, apakah bukti mereka cukup kuat atau justru makin mempermalukan sepakbola Malaysia? (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:37 WIB

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:10 WIB

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB

Peringatan keamanan di Pasifik. Laporan terbaru Lowy Institute memperingatkan lompatan ancaman militer Tiongkok terhadap Australia lewat taktik siber dan potensi pangkalan militer baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:45 WIB

Penertiban armada bayangan Rusia. Pasukan Komando Marinir Inggris menggelar operasi boarding untuk menahan tanker minyak Smyrtos di Selat Inggris. Dok: UK MOD Crown/LPhot Hutchins/Handout via REUTERS

INTERNASIONAL

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:08 WIB