Orang Tua Murid di Solo Tolak MBG, Pilih Bayar Rp10 Ribu untuk Menu Sehat

Senin, 29 September 2025 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

SOLO, POSNEWS.CO.ID – Orang tua murid di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo kompak menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka menilai makanan gratis itu justru rawan menimbulkan masalah, terutama setelah maraknya kasus keracunan di berbagai daerah.

Sebagai gantinya, para wali murid lebih memilih membayar Rp10 ribu per anak untuk menu sehat yang dikelola langsung dapur sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan cara ini, mereka percaya kantin sehat yang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun terbukti lebih aman, higienis, dan bergizi.

Ningsih (39), salah satu wali murid, terang-terangan menolak MBG yang rencananya digelar di SD Muhammadiyah 1 Ketelan dua minggu lalu. Ia menegaskan kantin sehat sekolah sudah teruji dari sisi kebersihan maupun kualitas gizi.

Baca Juga :  Karyawati Pokemon Center Tewas Ditikam Penguntit di Hadapan Publik

“Alhamdulillah, anak-anak yang makan dari kantin sehat tidak pernah bermasalah. Makanannya higienis dan bergizi. Karena itu kami sepakat menolak MBG, apalagi melihat kasus keracunan yang terjadi di daerah lain,” ujar Ningsih, Senin (29/9/2025).

Lebih lanjut, Ningsih menekankan penolakannya dipicu banyaknya pemberitaan kasus keracunan setelah menyantap menu MBG di sejumlah wilayah. Ia khawatir makanan gratis itu tidak higienis dan malah membahayakan anak-anak.

Baca Juga :  Trik Psikologi di Balik Rp 9.990 yang Membuat Anda Terus Belanja

“Namanya manusia, apalagi anak kita sendiri, pasti khawatir kalau makanannya tidak bersih. Karena itu saya lebih mendukung kantin sehat yang sudah terbukti berjalan lebih dari 10 tahun,” tegasnya.

Selain itu, Ningsih juga menyatakan dirinya tidak keberatan membayar Rp10 ribu untuk dapur sehat. Ia menyebut iuran tersebut sudah termasuk dalam sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP) bulanan sekolah.

“Program ini sudah berjalan lama dan kami sama sekali tidak keberatan. Justru lebih baik membayar, apalagi menyangkut kesehatan dan makanan anak-anak,” tutupnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen
Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar
Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga
Update KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Tewas, 130 Masih Dicari
Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Penumpang Meninggal
Gara-gara Komentar Live TikTok, Pria di Lampung Diduga Aniaya Istri Pakai Golok
Bromo Kembali Membara, Api Meluas hingga Jemplang dan Wisata Ditutup Total

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:22 WIB

Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik

Senin, 14 September 2026 - 07:34 WIB

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen

Senin, 14 September 2026 - 06:01 WIB

Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga

Minggu, 13 September 2026 - 20:59 WIB

Update KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Tewas, 130 Masih Dicari

Minggu, 13 September 2026 - 12:59 WIB

Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Penumpang Meninggal

Berita Terbaru