Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesan dari Havana. Mantan pemimpin Kuba Raul Castro (94) bergabung dalam pawai Hari Buruh Internasional guna menentang ancaman militer dan blokade ekonomi Amerika Serikat yang semakin mencekik. Dok: REUTERS/Norlys Perez

Pesan dari Havana. Mantan pemimpin Kuba Raul Castro (94) bergabung dalam pawai Hari Buruh Internasional guna menentang ancaman militer dan blokade ekonomi Amerika Serikat yang semakin mencekik. Dok: REUTERS/Norlys Perez

HAVANA, POSNEWS.CO.ID – Mantan pemimpin Kuba, Raul Castro (94), bergabung bersama ribuan warga dalam pawai Hari Buruh Internasional. Massa melintasi kawasan pesisir Havana dan melewati Kedutaan Besar Amerika Serikat. Hubungan kedua negara saat ini berada pada tingkat ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Washington berulang kali mengancam akan melancarkan aksi militer terhadap pulau komunis tersebut. Sejak Januari 2026, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade minyak total. Langkah ini memaksa otoritas Kuba melakukan penjatahan layanan utama. PBB bahkan mulai memperingatkan adanya potensi krisis kemanusiaan yang akut.

Enam Juta Tanda Tangan untuk Pertahanan Nasional

Rakyat memberikan sebuah buku berisi lebih dari 6 juta tanda tangan kepada Raul Castro dalam upacara tersebut. Jumlah ini mencakup hampir dua pertiga dari total populasi Kuba. Tanda tangan tersebut menjadi bukti keinginan kuat masyarakat untuk membela tanah air dari kemungkinan serangan militer langsung dari AS.

“Kuba menunjukkan sekali lagi bahwa rakyat ini tidak menyerah,” ujar Milagros Morales, seorang penduduk Havana. Ia menegaskan bahwa warga akan membela tanah air dengan sekuat tenaga meski tetap menginginkan perdamaian. Semangat perlawanan ini tetap membara di tengah kesulitan ekonomi yang melanda negara Karibia itu.

Sanksi Baru dan Krisis Energi

Presiden Donald Trump justru memperluas sanksi terhadap pemerintah Kuba saat perayaan berlangsung. Pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa sanksi baru menyasar individu, entitas, dan afiliasi pendukung aparat keamanan Kuba. Trump ingin memutus jalur dukungan finansial bagi struktur kekuasaan di Havana.

Blokade minyak AS membuat pawai tahun ini berlangsung sedikit lebih sederhana. Pemerintah tidak mampu menyediakan transportasi publik dan rute khusus seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihak otoritas tetap mencatat kehadiran lebih dari setengah juta orang di pusat kota Havana.

Negosiasi yang Buntu dan Kondisi Raul Castro

Delegasi AS dan Kuba sebenarnya sedang melakukan pembicaraan di pulau tersebut pada bulan ini. Washington mendesak Kuba untuk melakukan reformasi ekonomi secara menyeluruh. Namun, hingga hari ini kedua pihak belum mengumumkan adanya kesepakatan apa pun.

Baca Juga :  Peringatan 250 Tahun Amerika: Trump Naik Kereta Freedom

Raul Castro tampak kelelahan selama mengikuti long march. Ia mengenakan seragam militer lengkap dan berjalan bersama Presiden Miguel Diaz-Canel di bawah terik matahari. Raul sempat duduk tiba-tiba saat upacara berlangsung karena kondisi fisiknya yang melemah. Meski sudah pensiun, keterlibatan putra dan cucunya dalam perundingan menunjukkan bahwa keluarga Castro masih memegang peran politik yang dominan.

Diplomasi di Titik Terendah

Aksi massa di Havana menjadi sinyal kuat bagi Washington bahwa tekanan ekonomi tidak selalu memicu perubahan politik instan. Kuba memilih untuk memperkuat solidaritas internal guna menghadapi isolasi internasional yang dipimpin oleh AS.

Dunia kini memantau apakah negosiasi yang sedang berjalan mampu meredakan ketegangan militer. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, nasib Kuba tetap bergantung pada keseimbangan antara kedaulatan revolusioner dan kebutuhan mendesak akan stabilitas ekonomi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB