Santri Al-Khoziny Tewas Usai Terjebak 15 Jam, Jenazah Tiba di Bangka Belitung

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemulangan jenazah Muhammad Soleh, santri Ponpes Al-Khoziny, ke Bangka Belitung. Dok: Istimewa

Pemulangan jenazah Muhammad Soleh, santri Ponpes Al-Khoziny, ke Bangka Belitung. Dok: Istimewa

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, bernama Muhammad Soleh (22) akhirnya meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan.

Keluarga memulangkan jenazah Soleh ke kampung halamannya di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, setelah ia menjalani perawatan intensif namun tak tertolong.

Petugas RSUD RT Notopuro Sidoarjo memberangkatkan jenazah menuju Bandara Juanda untuk diterbangkan ke Bangka Belitung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, tim penyelamat mengevakuasi Soleh dari timbunan bangunan setelah ia terjebak 15 jam di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi

“Jenazah berangkat pukul 16.20 WIB menuju bandara. Soleh meninggal sekitar pukul 08.30 pagi tadi,” jelas Perdigsa Cahya, Kepala Sub Bagian Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (1/10/2025).

Saat tiba di rumah sakit, kondisi Soleh sudah kritis dan tak sadarkan diri. Meski dokter memberikan perawatan maksimal, nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Soleh mengalami luka parah akibat tertimpa reruntuhan di bagian depan tubuh. Patah tulang panggul hingga kaki membuatnya harus dirawat ketat di ruang intensif. Namun, kondisi tak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga :  Diplomasi Dagang di Perancis: Mencari Penyeimbang Baru dalam Hubungan AS-China

dr. Atok Irawan, Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo, menegaskan bahwa meski tertolong, Soleh tetap harus diamputasi karena tubuhnya sudah biru akibat tertindih reruntuhan.

“Kalau pun tertolong, Soleh tetap harus diamputasi karena bagian tubuhnya sudah biru akibat tertindih reruntuhan,” ungkap dr. Atok Irawan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Gerebek Five Stars Bali, 53 Orang Diamankan dalam Kasus Narkoba
Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan
Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa
Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda
Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam
Bocah Tewas Diduga Diterkam Buaya di Jambi Saat Bersiap Berangkat Sekolah
Pasutri di Bandung Diduga Jambret HP Anak di Bawah Umur, Dibekuk Warga Saat Kabur
Nenek 69 Tahun Tewas di Tangan Oknum Polisi, Motif Rp50 Juta Terungkap

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Bareskrim Gerebek Five Stars Bali, 53 Orang Diamankan dalam Kasus Narkoba

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney menyebut perundingan dagang dengan AS semakin sengit usai Donald Trump mengancam kenaikan tarif 50 persen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agu 2026 - 09:01 WIB

Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir usai Mahkamah Agung menolak kebijakan sebelumnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:00 WIB