Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Bongkar Peran 4 Pelaku Pembunuhan Dumaris di Riau. (Posnews/Ist)

Polisi Bongkar Peran 4 Pelaku Pembunuhan Dumaris di Riau. (Posnews/Ist)

PEKANBARU, POSNEWS.CO.ID – Polisi membongkar peran empat tersangka dalam kasus pembunuhan sadis terhadap lansia Dumaris Boru Sitio (60) di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.

Polisi menyebut otak pembunuhan tersebut adalah menantu korban sendiri, Anisa Florensa (AF).

Tiga tersangka lain masing-masing berinisial SL (Selamet), Erwandi alias Iwan, dan Lisbet (L).

Keempatnya awalnya merancang aksi perampokan, namun rencana itu berubah menjadi pembunuhan di tengah perjalanan.

“Awalnya mereka hanya ingin merampok, tapi di jalan berubah pikiran,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra, Minggu (3/5/2026).

Polisi mengungkap AF mengajak Lisbet, teman lamanya sejak SMP di Sumatera Utara, untuk ikut menjalankan aksi tersebut di Pekanbaru.

“AF dan L berteman sejak SMP. Mereka berangkat dari Aceh dengan menyewa mobil, dan kendaraan itu kini menjadi barang bukti,” ujar Pandra.

Baca Juga :  Update Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok Berpotensi Hujan dan Petir

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di Pekanbaru, empat pelaku disebut beberapa kali menyusun strategi agar aksi berjalan mulus. Polisi mencatat mereka sudah empat kali survei lokasi sebelum hari eksekusi.

Korban tidak menaruh curiga karena mengenal AF sebagai menantunya. Meski AF diketahui sudah tidak tinggal serumah sejak 2023, hubungan keluarga itu dimanfaatkan pelaku untuk masuk ke rumah korban.

Dipukul Balok hingga Tewas

Polisi menyebut tersangka SL berperan sebagai eksekutor.

Dia memukul korban menggunakan balok kayu secara brutal hingga korban tewas.

“Pelaku memukul korban tidak hanya sekali. Sekitar lima kali hingga korban meninggal dunia lalu tubuhnya dibawa ke kamar mandi,” kata Pandra.

Baca Juga :  Delegasi Kyiv dan AS Matangkan Rencana Pemulihan Ekonomi

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Rabu (29/4/2026) siang oleh suaminya, Salmon Mena.

Terekam CCTV

Aksi para pelaku terekam kamera CCTV di sekitar rumah korban.

Rekaman menunjukkan para pelaku datang menggunakan mobil hitam.

AF yang mengenakan kaus hitam masuk lebih dulu ke rumah korban, disusul Lisbet yang memakai jaket hoodie biru. Tak lama kemudian dua pria ikut masuk.

Korban sempat membuka pintu dan menyambut para pelaku tanpa rasa curiga.

Namun situasi berubah brutal saat salah satu pelaku tiba-tiba datang membawa balok kayu lalu menghantam kepala korban.

Polisi masih mendalami motif utama para pelaku dan kemungkinan adanya faktor lain di balik pembunuhan tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan
Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi
Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo
Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat
Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China
Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif
Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:23 WIB

Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:01 WIB

Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Berita Terbaru

Kompensasi bagi

INTERNASIONAL

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Diplomasi penuh ancaman. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi damai dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memberikan ultimatum serangan militer. Kebuntuan ini terus memicu volatilitas harga minyak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Ilustrasi, Kepatuhan digital menjadi pertaruhan. Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda A$650.000 kepada X Corp karena gagal memberikan informasi mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada otoritas keamanan daring. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB