Kanwil KemenHAM DKI Monitoring Program MBG di SDN Gedong 05

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Kanwil Kemenkumham DKI monitoring Program Makan Bergizi Gratis di SDN Gedong 05 Jakarta Timur. Dok: Kominfo DKI JKT

Petugas Kanwil Kemenkumham DKI monitoring Program Makan Bergizi Gratis di SDN Gedong 05 Jakarta Timur. Dok: Kominfo DKI JKT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dipantau ketat. Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Provinsi DKI Jakarta turun langsung melakukan monitoring di SDN Gedong 05, Jalan Surilang, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Tercatat, sebanyak 515 siswa di sekolah ini menjadi penerima manfaat. Monitoring disertai rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Camat Pasar Rebo, Mujiono, untuk memastikan program berjalan aman dan tepat sasaran.

“Evaluasi ini jadi catatan penting. Tapi secara umum pelayanan MBG di SDN Gedong 05 sudah cukup baik, kami apresiasi,” ujar Fitriadi Agung Prabowo, Plh. Kepala Bidang PDK sekaligus Kabag Umum Kanwil KemenHAM DKI, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga :  Waspada Modus Leasing, Motor Warga Tanah Abang Raib di Samping Hotel Mewah

Menurutnya, hasil monitoring menunjukkan menu yang disajikan sudah memenuhi standar gizi dan tetap segar saat dikonsumsi. “Dapur umum penyuplai MBG juga dekat dari sekolah, sehingga makanan tetap hangat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fitriadi menegaskan, distribusi MBG di DKI sudah sesuai aturan. Jika ada kasus keracunan, evaluasi langsung dilakukan.

“Koordinasi dengan penyedia dan dapur umum terus dijalankan. Harapan kami, program MBG ini berlanjut lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Jalani Pemeriksaan Bareskrim Terkait Kasus Lisa Mariana Hari Ini

Camat Pasar Rebo, Mujiono, turut mengapresiasi langkah monitoring ini. Ia memastikan kasus keracunan yang sempat terjadi di SDN Gedong 01 sudah ditangani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak-anak dibawa ke rumah sakit, dua jam kemudian sudah kembali ke rumah. Tidak ada yang dirawat inap,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Arka (13), siswa kelas VI SDN Gedong 05, mengaku senang mendapat MBG. “Menunya enak-enak dan selalu berbeda setiap hari. Semua sesuai selera saya,” ujarnya polos. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB