Keracunan MBG Bandung Barat, Nitrit Sebagai Pemicu 1.315 Siswa Terkena

Jumat, 3 Oktober 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar. Dok: Istimewa

Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar. Dok: Istimewa

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID โ€“ Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan senyawa nitrit memicu keracunan 1.315 siswa Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat, Jumat (3/10/2025).

Pernyataan itu disampaikan Ketua Tim, Karimah Muhammad.

Tim BGN menemui korban, memeriksa dokter di Puskesmas Cipongkor dan RSUD Cililin, serta mengevaluasi pola gejala siswa. Tim juga meneliti obat-obatan, sampel sisa makanan, dan hasil uji mikrobiologi serta toksikologi dari Labkesda Jawa Barat.

โ€œKadar nitrit tinggi ditemukan pada buah melon dan lotek, 3,91 dan 3,54 mg/L, hampir 4 kali lipat dari batas aman US EPA 1 mg/L. Standar Kanada menetapkan maksimum 3 mg/L,โ€ kata Karimah.

Baca Juga :  Kapolri: Polri Distribusikan 310,25 Ton Beras SPHP di Empat Polda untuk Stabilkan Harga Pangan

Gejala Keracunan Nitrit

Mayoritas siswa mengalami mual, muntah, dan nyeri lambung (36%). Diare hanya 3 persen, sementara 29 persen merasakan pusing, dan beberapa mengeluh lemas serta sesak napas, gejala khas keracunan nitrit yang mengurangi kemampuan hemoglobin membawa oksigen.

Tim BGN tidak menemukan bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, atau Bacillus cereus, juga racun sianida, arsen, logam berat, atau pestisida. Hanya nitrit terdeteksi dalam uji toksikologi.

Baca Juga :  BGN Tegur Kepala SPPG Banyuwangi, Wajib Cek Sekolah Penerima MBG Langsung

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karimah menegaskan, dampak nitrit berbeda tiap anak karena distribusinya tidak merata dan tergantung sistem pertahanan serta kemampuan detoksifikasi tubuh.

โ€œTemuan ini mendorong sekolah dan pihak terkait lebih waspada dan memperketat standar keamanan pangan untuk mencegah kejadian serupa,โ€ pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan kejadian luar biasa setelah 1.315 siswa menunjukkan gejala keracunan seusai menyantap MBG. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut
Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional
Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz
Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota
Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi
Terobosan Ekonomi Paris: AS dan China Sepakati Mekanisme Kerja Sama Baru
Update RSCM: Andrie Yunus Alami Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Terancam

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:40 WIB

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:37 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:22 WIB

Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota

Berita Terbaru

Menyeimbangkan energi dan konstitusi. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Teluk guna menjamin keselamatan navigasi tanpa melanggar prinsip pasifisme Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:35 WIB

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir

INTERNASIONAL

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 13:31 WIB