Pria Majalengka Tewas Ditusuk di Kembangan, Diduga Masalah Pekerjaan

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Penusukan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Penusukan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi pembunuhan sadis gegerkan warga Kembangan, Jakarta Barat. Seorang pria bernama Tarja (51), asal Majalengka, ditemukan tewas bersimbah darah di kontrakan lantai dua, RT009/001, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jumat (3/10/2025) pukul 18.35 WIB.

Pelaku diketahui bernama WD (45), juga warga Majalengka. Dari keterangan saksi di lokasi, awalnya korban dan pelaku tampak berbincang santai di teras kontrakan.

Namun suasana berubah tegang. Pelaku mendadak masuk ke dalam rumah kontrakan, lalu keluar sambil membawa pisau dapur.

Baca Juga :  Skandal Dokumen Epstein Meluas: Rencana Pesta Liar Elon Musk

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menusuk perut korban dua kali hingga Tarja terkapar tak bernyawa di tempat kejadian.

Warga sekitar sempat panik melihat korban bersimbah darah. Diduga kuat, pembunuhan dipicu cekcok terkait masalah pekerjaan.

Kapolsek Kembangan Kompol Taufik membenarkan kejadian berdarah itu. “Korban meninggal dunia akibat luka tusukan senjata tajam. Kasus ini sedang kami dalami,” tegas Taufik, Sabtu (4/10/2025).

Polisi bersama tim identifikasi langsung melakukan olah TKP. Jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk visum, sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Baca Juga :  Kakorlantas Polri Pantau Langsung HUT ke-80 RI, Monas Aman dan Masyarakat Riang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tim identifikasi bersama Kanit Reskrim sudah turun ke lokasi. Untuk detail jumlah tusukan dan hasil pemeriksaan, segera kami sampaikan,” tambah Taufik.

Saat ini, kasus pembunuhan sadis di kontrakan Kembangan tersebut ditangani oleh Polsek Kembangan. Polisi juga mengamankan sejumlah saksi, yakni M. Rizky (22), Wiwin Sinta (23), dan M. Fikri (25), untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hai Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026, Ini Penjelasan Kemenag
Fed Tahan Suku Bunga: Jerome Powell Waspadai Inflasi Energi Akibat Perang Iran
Pertemuan 2 Jam Prabowo–Megawati di Istana, Bahas Politik dan Geopolitik Global
Xi Jinping dan Berdimuhamedov Pererat Kemitraan Strategis China-Turkmenistan
IMO Usulkan Jalur Aman untuk 20.000 Pelaut yang Terjebak di Teluk
Komnas HAM Panggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Sidang Panas DHS: Markwayne Mullin Berdebat dengan Rand Paul dan Ubah Visi ICE
Kiamat Energi Teluk: Serangan Lapangan Gas Pars dan Rudal Iran ke Qatar-Saudi

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:34 WIB

Hai Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026, Ini Penjelasan Kemenag

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:00 WIB

Fed Tahan Suku Bunga: Jerome Powell Waspadai Inflasi Energi Akibat Perang Iran

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:53 WIB

Pertemuan 2 Jam Prabowo–Megawati di Istana, Bahas Politik dan Geopolitik Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:30 WIB

Xi Jinping dan Berdimuhamedov Pererat Kemitraan Strategis China-Turkmenistan

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

IMO Usulkan Jalur Aman untuk 20.000 Pelaut yang Terjebak di Teluk

Berita Terbaru

Misi kemanusiaan di zona merah. Badan pelayaran PBB mengusulkan pembentukan koridor maritim aman guna mengevakuasi 20.000 pelaut dan ratusan kapal yang terjebak blokade Iran di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

IMO Usulkan Jalur Aman untuk 20.000 Pelaut yang Terjebak di Teluk

Kamis, 19 Mar 2026 - 18:00 WIB