Pemerintah Siapkan Anggaran Hampir Rp13 Triliun untuk Perbaikan Irigasi Pertanian di 2025

Senin, 21 Juli 2025 - 03:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meninjau stan pameran pada Pekan Agro Digital dan Inovasi Padi Jateng 2025, di Soropadan, Kabupaten Temanggung, Minggu (20/7/2025).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meninjau stan pameran pada Pekan Agro Digital dan Inovasi Padi Jateng 2025, di Soropadan, Kabupaten Temanggung, Minggu (20/7/2025).

TEMANGGUNG, ONLINEWS.CO.ID — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran besar hampir Rp13 triliun pada tahun 2025 untuk melakukan perbaikan saluran irigasi pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat melakukan kunjungan kerja ke Pekan Agro Digital dan Inovasi Padi Jawa Tengah 2025, yang digelar di Soropadan, Kabupaten Temanggung, Minggu (20/7/2025).

“Pemerintah pusat telah menganggarkan hampir Rp13 triliun tahun ini untuk memperbaiki irigasi-irigasi. Kepala dinas dari berbagai daerah pun telah mengirimkan usulan terkait daerah irigasi yang rusak dan harus segera diperbaiki,” ujar Wamentan Sudaryono.

Penanganan Irigasi Tak Lagi Terbatas Kewenangan

Dalam penjelasannya, Sudaryono menyoroti perubahan penting dalam kebijakan penanganan irigasi.

Dahulu, sesuai sistem desentralisasi, pemerintah pusat hanya bertanggung jawab atas saluran irigasi primer, sementara pemerintah provinsi mengurus saluran sekunder, dan kabupaten/kota menangani saluran tersier.

Baca Juga :  Kemenag Cairkan Rp4,01 Triliun Dana BOS Madrasah dan BOP RA

Sistem ini dinilai kerap menjadi hambatan karena terbatasnya kewenangan dalam menangani kerusakan irigasi secara cepat dan menyeluruh.

Namun, seiring banyaknya keluhan dari petani dan daerah, pemerintah pusat mengambil langkah strategis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Joko Widodo, menurut Sudaryono, langsung merespons cepat dengan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Perbaikan Irigasi hanya dalam waktu dua minggu setelah laporan diterima.

“Dengan Inpres tersebut, kini pemerintah pusat bisa langsung turun tangan memperbaiki irigasi di semua level, bahkan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab daerah. Jadi kalau sudah rusak parah dan petani mengeluh, pusat bisa bertindak langsung meski itu bukan wilayah kewenangannya semula,” tegasnya.

Arah Baru: Irigasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan

Wamentan Sudaryono juga menegaskan bahwa perbaikan irigasi merupakan salah satu kunci utama mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Baca Juga :  Roy Suryo Bongkar Keanehan Ijazah Jokowi Saat Daftar Pilpres, Sebut 99,9 Persen Palsu

Ia menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan upaya pemerintah memperkuat infrastruktur pertanian dan menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok desa.

“Tanpa sistem irigasi yang baik, mustahil petani bisa panen maksimal. Jadi ini bukan hanya soal perbaikan fisik, tapi soal masa depan ketahanan pangan bangsa,” ungkapnya.

Respons Daerah dan Harapan Petani

Sejumlah pemerintah daerah pun dikabarkan telah aktif mengajukan usulan proyek perbaikan irigasi di wilayah masing-masing.

Petani di berbagai kabupaten menyambut positif kebijakan ini, mengingat saluran irigasi yang rusak sering menjadi penyebab gagal panen atau minimnya hasil pertanian.

Dengan anggaran jumbo ini, pemerintah berharap dapat memperbaiki ribuan kilometer saluran irigasi di seluruh Indonesia dan mempercepat pemulihan infrastruktur pertanian yang vital.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB