Tragedi di Sukamakmur, Pekerja Tertimpa Tembok Saat Gali Fondasi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Bagi pekerja bangunan untuk selalu waspada saat beraktivitas. Pasalnya, kecelakaan kerja maut kembali mengguncang Kabupaten Bogor.

Seorang pekerja bangunan berinisial U (25) tewas mengenaskan setelah tertimpa tembok penahan tanah (TPT) saat menggali fondasi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Jumat (17/10/2025) sore.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya aktif menggali tanah untuk pelebaran fondasi bangunan. Namun, tanpa disadari, di atas lokasi kerja terdapat TPT lama yang menggantung dan rapuh.

Plt Camat Sukamakmur Gogo Badarudin menjelaskan, para pekerja fokus menggali tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Akibatnya, TPT yang sudah tidak stabil tiba-tiba runtuh dan langsung menimpa korban.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Warga Jabodetabek, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang 7–8 November 2025

“Ketiga pekerja sedang menggali tanah untuk pelebaran fondasi cakar ayam. Namun mereka tidak menyadari posisi TPT lama yang menggantung. Begitu tanah di bawah digali, tembok itu jatuh dan menimpa korban,” ujar Gogo, Sabtu (18/10/2025).

Akibat tertimpa material beton seberat ratusan kilogram, korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua rekannya berhasil menyelamatkan diri.

Sementara itu, evakuasi berlangsung dramatis. Warga berbondong-bondong ke lokasi begitu mendengar suara runtuhan disertai jeritan minta tolong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat warga bersama pekerja lain berjuang mengangkat bongkahan tembok demi mengevakuasi tubuh korban.

Baca Juga :  Golkar Resmi Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR RI Mulai 1 September 2025

“Pemilik lahan sudah menyatakan siap bertanggung jawab penuh, termasuk biaya pemakaman dan pengobatan bagi korban luka,” tambah Gogo.

Tak butuh waktu lama, personel Polsek Sukamakmur langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi.

Polisi kini mendalami dugaan kelalaian dalam pengerjaan proyek yang memicu kecelakaan maut tersebut.

Kini, insiden ini menjadi peringatan keras bagi kontraktor dan pekerja proyek agar lebih mematuhi standar keselamatan kerja (K3).

Dengan demikian, kecelakaan serupa tidak kembali memakan korban di kemudian hari. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut
Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional
Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz
Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota
Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi
Terobosan Ekonomi Paris: AS dan China Sepakati Mekanisme Kerja Sama Baru
Update RSCM: Andrie Yunus Alami Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Terancam

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:40 WIB

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:37 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:22 WIB

Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota

Berita Terbaru

Menyeimbangkan energi dan konstitusi. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Teluk guna menjamin keselamatan navigasi tanpa melanggar prinsip pasifisme Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:35 WIB

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir

INTERNASIONAL

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 13:31 WIB