Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Bogor, Puluhan Rumah Rusak

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan rumah di Kabupaten Bogor rusak ringan akibat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (24/10/2025). Dok: Istimewa

Puluhan rumah di Kabupaten Bogor rusak ringan akibat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (24/10/2025). Dok: Istimewa

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, BMKG berulangkali memperingatkan untuk selalu waspada. Terutama di wilayah rawan bencana seperti tanah longsor.

Hujan deras disertai angin kencang mengguncang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025). Fenomena cuaca ekstrem itu merusak atap puluhan rumah di sejumlah wilayah.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, menjelaskan, “Hujan deras yang disertai angin kencang merusak atap beberapa rumah di wilayah kami.”

Baca Juga :  Pasca Banjir Dadakan, 136 Warga Semper Timur Mengungsi di Kantor Kelurahan

BPBD mencatat setidaknya 20 rumah terdampak, tersebar di tiga RT di Kelurahan Kedungwaringin, Kecamatan Bojong Gede.

Di Kampung Glonggong Tengah RT 01/07, tiga rumah milik tiga KK atau 15 jiwa terdampak. Sedangkan di Kampung Glonggong RT 01/05, 10 rumah milik 10 KK atau 41 jiwa mengalami kerusakan.

Di Kampung Glonggong RT 03/05, tujuh rumah milik tujuh KK atau 35 jiwa terdampak angin kencang.

Baca Juga :  Jebakan Utang di Jalur Sutra Modern China: Peluang atau Ancaman?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalaludin menambahkan, “Kerusakan yang terjadi sebagian besar ringan, hanya sekitar empat lembar asbes yang rusak.”

BPBD Kabupaten Bogor terus memantau kondisi warga terdampak dan siap memberikan bantuan darurat jika diperlukan.

Masyarakat pun diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan di wilayah Bogor dan sekitarnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk
Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular
Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 18:30 WIB

Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Senin, 23 Maret 2026 - 16:30 WIB

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

Senin, 23 Maret 2026 - 16:21 WIB

Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB