Surakarta Berduka: Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Mangkat, Ini Rute Prosesi Pemakaman ke Imogiri

Rabu, 5 November 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi,
Indonesia kehilangan tokoh penjaga budaya. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Surakarta, wafat. Hari ini, iring-iringan jenazah akan bergerak dari Prambanan ke Makam Raja-Raja Imogiri. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Indonesia kehilangan tokoh penjaga budaya. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Surakarta, wafat. Hari ini, iring-iringan jenazah akan bergerak dari Prambanan ke Makam Raja-Raja Imogiri. Dok: Istimewa.

SURAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kabar duka mendalam menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan seluruh Indonesia. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (PB XIII), raja yang memimpin Kasunanan, mangkat (wafat) pada Selasa malam (4/11/2025) di Surakarta.

Hari ini, Rabu (5/11/2025), prosesi akan mengantarkan jenazah Sinuwun ke peristirahatan terakhir di Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul. Pihak keraton telah menyiapkan prosesi panjang, dan iring-iringan jenazah akan melintasi sebagian besar wilayah Yogyakarta. Pihak berwenang memperkirakan ribuan pelayat dari Surakarta dan Yogyakarta akan memadati rute untuk memberikan penghormatan terakhir.

Profil Singkat Sri Susuhunan Pakubuwono XIII

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, lahir dengan nama Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi pada 28 Juni 1948, adalah raja Keraton Surakarta yang naik tahta pada tahun 2004. Ia menggantikan ayahnya, Pakubuwono XII, yang wafat tanpa menunjuk putra mahkota.

Baca Juga :  UNESCO Laporkan Kerusakan Situs Warisan Dunia Akibat Perang Iran

Konflik internal sempat mewarnai masa awal pemerintahannya, yang publik kenal sebagai “dualism” kepemimpinan. Namun, setelah melalui rekonsiliasi, ia kukuh sebagai Susuhunan yang sah. Selama bertahta, publik mengenal PB XIII sebagai sosok yang teguh memegang tradisi dan berusaha melestarikan warisan budaya Mataram di tengah tantangan zaman modern. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi pelestarian budaya Jawa.

Prosesi dan Rute Iring-Iringan Jenazah

Prosesi pemakaman hari ini akan menjadi momen bersejarah. Berdasarkan informasi resmi, iring-iringan jenazah akan memulai perjalanan dari wilayah Prambanan pada Rabu pagi.

Rute ini akan menempuh jarak puluhan kilometer, melewati beberapa titik arteri utama di Yogyakarta dan Bantul sebelum tiba di Imogiri. Berikut adalah rute lengkap yang akan iring-iringan jenazah lewati pada hari ini, Rabu, 5 November 2025:

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 1.053 Meninggal, BNPB: 25 Daerah Masih Darurat

Dimulai dari Prambanan, iring-iringan akan bergerak menuju Simpang Proliman, berlanjut ke Simpang Raden Ronggo, Simpang Angkasa, dan Simpang Maguwoharjo. Perjalanan berlanjut ke Simpang Janti dan Simpang Blok O, lalu mengarah ke selatan melewati Simpang Ketandan dan Simpang Karangturi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sana, rute akan menyusuri Jalan Imogiri Barat melalui Simpang Gondowulung, Simpang 4 Grojokan, Simpang 3 Ngoto, dan Simpang 3 Sugito. Iring-iringan kemudian akan melewati Jejeran, Pasar Imogiri, Patung Kuda, Pasar Imogiri Lama, dan Simpang 3 Pundung, sebelum akhirnya tiba di Terminal Jimatan dan kompleks Makam Raja-Raja Imogiri untuk prosesi pemakaman.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir untuk tetap tertib di sepanjang jalur dan tidak mengganggu kelancaran prosesi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terbaru

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB