Cinta Segitiga Berujung Maut, Perangkat Desa di Tuban Tewas Dibacok Pria Cemburu

Kamis, 6 November 2025 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perangkat desa di Tuban tewas dibacok karena cinta segitiga. Pelaku ditangkap Pors Tuban tanpa perlawanan. (Ist)

Perangkat desa di Tuban tewas dibacok karena cinta segitiga. Pelaku ditangkap Pors Tuban tanpa perlawanan. (Ist)

TUBAN, POSNEWS.CO.ID Begini-lah jadinya kalau seorang pria nekad bermain cinta segitiga, apalagi seorang perangkat desa bahaya pasti akan selalu mengintai dimana pun. 

Kasus ini dialami warga Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Rabu pagi (5/11/2025) hingga membuat geger warganya.

Seorang perangkat desa berinisial R ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah usai dibacok brutal oleh pria berinisial W (50), yang diduga terlibat dalam cinta segitiga mematikan.

Korban R yang dikenal ramah dan aktif di pemerintahan desa itu tewas di tempat setelah pelaku menyerangnya dengan parang tajam. Aksi sadis itu terjadi di area pemukiman warga, saat suasana desa masih lengang.

Warga yang mendengar teriakan langsung berhamburan keluar dan mendapati korban tergeletak bersimbah darah di jalan setapak.

Pelaku datang menemui korban, lalu tanpa bicara panjang langsung membacok dengan parang. Korban tak sempat melawan,” ungkap salah satu warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Warga Inhu Diserang Tiga Harimau di Hutan, Selamat Setelah Lawan Balik

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga yang panik segera melapor ke pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama, Tim Reskrim Polres Tuban tiba di lokasi dan berhasil meringkus pelaku W tanpa perlawanan berarti.

Polisi langsung memasang garis polisi dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Tuban untuk proses visum et repertum.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Tuban, Ipda Moch Rudi, membenarkan insiden berdarah tersebut.

Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak cepat dan mengamankan pelaku W untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polres Tuban,” ujar Ipda Rudi kepada wartawan.

Motif Cinta Segitiga Diduga Jadi Pemicu

Hasil penyelidikan awal mengarah pada motif asmara. Pelaku disebut cemburu buta karena menduga korban memiliki hubungan dekat dengan perempuan yang selama ini dikasihinya.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 3 Desember 2025, BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir

Sementara ini, pelaku mengaku nekat melakukan pembacokan karena faktor asmara. Pemeriksaan lanjutan masih kami lakukan untuk mengungkap motif sebenarnya,” tegas Ipda Rudi.

Saat ini, pelaku W masih diperiksa intensif di Mapolres Tuban. Polisi juga mengamankan barang bukti parang berdarah yang digunakan untuk menghabisi korban. Sementara itu, jenazah R sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kasus ini sontak viral di media sosial dan jadi bahan pembicaraan warga Tuban. Banyak yang tak menyangka seorang perangkat desa bisa menjadi korban cinta segitiga berdarah.

Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga motif dan latar belakang pelaku terungkap secara terang. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan
Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk
Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WIB

Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB