Kasus Trafficking Anak di Tokyo: Ibu Korban Ditahan di Taiwan Terkait Kasus Lain

Minggu, 9 November 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ibu dari gadis Thailand 12 tahun yang dieksploitasi di panti pijat Tokyo telah ditahan di Taiwan. Penahanan ini terkait kasus prostitusi terpisah di Taiwan. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ibu dari gadis Thailand 12 tahun yang dieksploitasi di panti pijat Tokyo telah ditahan di Taiwan. Penahanan ini terkait kasus prostitusi terpisah di Taiwan. Dok: Istimewa.

TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Pihak berwenang Taiwan telah menahan ibu dari seorang gadis Thailand berusia 12 tahun yang diduga dipaksa bekerja sebagai pekerja seks di sebuah panti pijat di Tokyo. Penahanan ini menambah pelik kasus dugaan perdagangan manusia yang sedang polisi Jepang selidiki.

Penangkapan di Taiwan

Otoritas Imigrasi Nasional (NIA) Taiwan mengonfirmasi pada Sabtu (8/11/2025) bahwa pihaknya telah menahan wanita Thailand tersebut. Menurut NIA, sang ibu tiba di Taiwan pada September dan telah melampaui izin tinggalnya (overstay).

Sumber investigasi Taiwan menyebutkan, polisi lokal menahannya terlebih dahulu atas dugaan keterlibatan dalam kasus prostitusi terpisah di Taiwan. Setelah itu, polisi menyerahkannya ke departemen imigrasi.

Saat ini, otoritas Taiwan berencana untuk mendeportasi wanita tersebut. Namun, mereka belum memutuskan apakah akan mengirimnya kembali ke Thailand atau ke Jepang, tempat polisi sedang menyelidiki kasus eksploitasi putrinya.

Baca Juga :  Hari Ini, KPK Periksa Gus Yaqut Lagi - Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Makin Panas

Eksploitasi di Tokyo Terungkap

Kasus ini mulai terungkap ketika gadis berusia 12 tahun itu mencari bantuan ke Biro Layanan Imigrasi Regional Tokyo pada September.

Polisi Metropolitan Tokyo sebelumnya telah menangkap seorang pria Jepang, Masayuki Hosono (51), atas dugaan mempekerjakan gadis itu di panti pijat miliknya. Pihak berwenang mendakwa Hosono melanggar undang-undang standar ketenagakerjaan Jepang.

Menurut polisi Jepang, korban dan ibunya tiba di Jepang pada akhir Juni dan langsung mendatangi toko Hosono. Namun, sang ibu menghilang keesokan harinya. Ia meninggalkan putrinya sendirian dengan visa “kunjungan singkat” 15 hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gadis tersebut, yang tidak bisa berbahasa Jepang, dilaporkan tidur di dekat dapur toko. Ia dipaksa melayani (Note: passive voice dipertahankan di sini untuk menekankan status korban) sekitar 60 pelanggan antara Juni dan Juli. Polisi menyebut Hosono mengelola semua pendapatan gadis itu dan mentransfer sebagian uangnya kepada sang ibu.

Baca Juga :  Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas

Respon Otoritas Thailand

Sementara itu, di Thailand, Kepala Kepolisian Nasional, Kitrat Phanphet, telah memerintahkan penyelidikan penuh. Ia menginstruksikan anak buahnya untuk menyelidiki setiap organisasi atau individu yang terlibat dalam kasus ini.

Kitrat Phanphet juga mengeluarkan instruksi untuk mengoordinasikan kepulangan gadis itu ke Thailand.

Akan tetapi, seorang sumber pemerintah Thailand mengatakan kepada media lokal bahwa kepulangan gadis itu kemungkinan besar baru bisa terlaksana setelah investigasi di Jepang selesai.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Ayah Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anak, DPR Minta Pertimbangkan KUHP Baru
Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas
Skandal Berkas Epstein: Misteri Redaksi Nama Besar
Tiongkok Sukses Uji Terbang Long March-10
Polisi Tangkap 3 Pemuda Bawa Celurit saat Patroli Dini Hari di Bekasi Timur
Pandji Pragiwaksono Jalani Sidang Adat Toraja, Didenda 1 Babi dan 5 Ayam
Korupsi Ekspor CPO dan POME Kerugian Negara Rp14 Triliun, Kejagung Tetapkan 11 Tersangka
Operasi Bareskrim di Riau, 14,7 Kg Sabu Jaringan Malaysia–Indonesia Disita

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:32 WIB

Kasus Ayah Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anak, DPR Minta Pertimbangkan KUHP Baru

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:14 WIB

Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:51 WIB

Skandal Berkas Epstein: Misteri Redaksi Nama Besar

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:49 WIB

Tiongkok Sukses Uji Terbang Long March-10

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:46 WIB

Polisi Tangkap 3 Pemuda Bawa Celurit saat Patroli Dini Hari di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Prahara di komunitas spionase. Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard membubarkan satuan tugas internal DIG setelah menghadapi gelombang kritik atas dugaan

INTERNASIONAL

Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas

Rabu, 11 Feb 2026 - 14:14 WIB

Guncangan baru dari berkas masa lalu. Rilis dokumen terbaru FBI mengungkap komunikasi rahasia Jeffrey Epstein yang menyeret tokoh politik hingga miliarder teknologi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Skandal Berkas Epstein: Misteri Redaksi Nama Besar

Rabu, 11 Feb 2026 - 13:51 WIB


Tonggak sejarah menuju Bulan. Tiongkok berhasil menguji sistem pembatalan darurat wahana Mengzhou dan pemulihan roket Long March-10 di laut untuk pertama kalinya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiongkok Sukses Uji Terbang Long March-10

Rabu, 11 Feb 2026 - 12:49 WIB