BNN Gempur 53 Kampung Narkoba Serentak di 34 Provinsi, 1.259 Orang Ditangkap

Senin, 10 November 2025 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menunjukkan barang bukti hasil penggrebekan di Kampung Narkoba. (Posnews/Ist)

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menunjukkan barang bukti hasil penggrebekan di Kampung Narkoba. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Operasi besar-besaran Badan Narkotika Nasional (BNN) RI membuat jaringan pengedar kelimpungan. 

Dalam waktu tiga hari saja, ribuan aparat gabungan menggempur 53 kampung rawan narkoba di 34 provinsi Indonesia.

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan, operasi nasional ini digelar serentak pada 5–7 November 2025 sebagai langkah nyata memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

“Total kawasan rawan narkotika yang menjadi sasaran sebanyak 53 lokasi di 34 provinsi,” ujar Suyudi, Senin (10/11/2025).

Hasilnya benar-benar mencengangkan. Aparat menangkap 1.259 orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan narkotika nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari jumlah itu, 830 laki-laki dan 429 perempuan kini menjalani pemeriksaan intensif.

Baca Juga :  Korban Dikeroyok Usai Dijebak Lewat Instagram di Tanjung Priok, Polisi Buru Pelaku

Selain itu, tim gabungan juga mengembangkan jaringan lintas provinsi yang diyakini terhubung dengan pemasok internasional.

Mereka terbukti ikut mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika di berbagai daerah,” tegas Suyudi.

Barang Bukti Menggunung

Tak hanya menangkap pelaku, operasi ini juga membuahkan hasil fantastis. Petugas menyita berbagai jenis narkoba dalam jumlah besar, di antaranya:

  • 126,3 kilogram sabu
  • 126,32 kilogram ganja
  • 1.428 butir ekstasi
  • Uang tunai Rp 1,54 miliar
  • Uang palsu Rp 5,5 juta

Selain itu, petugas juga mengamankan alat komunikasi, timbangan digital, dan catatan transaksi narkoba.

Barang bukti ini akan kami jadikan pintu masuk untuk menelusuri jaringan pengedar lintas provinsi,” jelas Suyudi.

BNN Fokus Bersihkan Kampung Rawan

Lebih lanjut, Suyudi menegaskan bahwa operasi ini tidak berhenti pada penindakan. BNN juga menyiapkan program rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan narkoba.

Baca Juga :  BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Etomidate hingga Sabu di Rokok Elektrik Bikin Geger

Sebagai langkah lanjutan, BNN akan menggandeng pemerintah daerah, tokoh agama, dan pemuda lokal agar kampung-kampung rawan benar-benar bersih dari pengaruh narkoba.

“Negara wajib hadir menjaga rakyatnya dari bahaya narkotika. Ini bukan sekadar menangkap, tapi menyelamatkan generasi muda bangsa,” tandasnya.

Langkah tegas BNN RI ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba belum usai.

Penangkapan lebih dari seribu pelaku dalam tiga hari membuktikan betapa luasnya jaringan narkoba di Indonesia.

Masyarakat kini berharap operasi lanjutan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya di kota besar, tetapi hingga ke pelosok desa. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja
Pengendara Motor Dibegal di Bekasi, Pelaku Tendang Korban hingga Tersungkur
Nenek di Pondok Aren Ditusuk Tetangga Saat Gendong Cucu, Polisi Dalami Motif
Menteri HAM Pastikan Negara Tak Intervensi Aktivis HAM
Satgas Bongkar Jaringan KKB Yahukimo, Tersangka Terancam Hukuman Mati
Mahasiswi UNS Sulap Kentang Kleci Jadi Burger Unik dan Laku Keras

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:20 WIB

Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:11 WIB

Pengendara Motor Dibegal di Bekasi, Pelaku Tendang Korban hingga Tersungkur

Senin, 4 Mei 2026 - 20:29 WIB

Nenek di Pondok Aren Ditusuk Tetangga Saat Gendong Cucu, Polisi Dalami Motif

Senin, 4 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menteri HAM Pastikan Negara Tak Intervensi Aktivis HAM

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB