WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID  — Presiden Donald Trump pada Jumat (14/11/2025) mengumumkan langkah dramatis. Ia membatalkan tarif AS untuk daging sapi, kopi, buah-buahan tropis, dan puluhan komoditas lainnya.
Langkah ini ia ambil di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintahannya untuk memerangi harga konsumen yang tinggi (inflasi). Masalah inflasi ini terus-menerus menggerogoti kantong warga Amerika.
Mundur Setelah Kalah Pemilu Sela
Padahal, Trump telah membangun masa jabatan keduanya di atas kebijakan tarif yang curam. Tujuannya adalah mendorong produksi domestik dan mengangkat ekonomi AS.
Oleh karena itu, pembatalan tiba-tiba (abrupt retreat) dari kebijakan andalannya ini dianggap sangat signifikan. Langkah ini menyusul kekalahan besar Partai Republik dalam pemilu sela (off-year elections) bulan ini. Dalam pemilu itu, pemilih di Virginia, New Jersey, dan wilayah kunci lainnya menyebut kekhawatiran ekonomi sebagai isu utama mereka, sehingga memberi kemenangan besar bagi Demokrat.
Demokrat: “Trump Akhirnya Mengaku”
Tentu saja, Demokrat langsung mengkritik langkah ini. Mereka menggambarkannya sebagai pengakuan bahwa kebijakan tarif Trump telah gagal dan menyusahkan rakyat.
“Presiden Trump akhirnya mengakui apa yang selalu kita ketahui: tarifnya menaikkan harga bagi rakyat Amerika,” kata Perwakilan Demokrat Don Beyer dari Virginia.
Ia menambahkan bahwa Gedung Putih mencoba menjadikan “kemunduran tarif” ini sebagai “poros menuju keterjangkauan” setelah “dihajar” oleh kemarahan pemilih dalam pemilu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjelasan Trump dan Gedung Putih
Di atas Air Force One, Trump mencoba meremehkan langkah itu. “Kami baru saja melakukan sedikit kemunduran pada beberapa makanan seperti kopi,” kata Trump.
Saat wartawan desak apakah tarifnya berkontribusi pada kenaikan harga, Trump mengakui, “Saya katakan mereka mungkin, dalam beberapa kasus” memiliki efek itu. Namun, ia bersikeras bahwa “sebagian besar beban itu negara lainlah yang menanggung biayanya.”
Secara terpisah, Gedung Putih menjelaskan bahwa tarif tersebut tidak lagi diperlukan. Alasannya, mereka telah mencapai kesepakatan dagang baru dengan mitra AS seperti Ekuador, Guatemala, El Salvador, dan Argentina.
Dampak Langsung ke Konsumen
Perintah eksekutif yang Trump tandatangani itu juga menghapus tarif untuk teh, jus buah, kakao, rempah-rempah, pisang, jeruk, tomat, dan pupuk tertentu.
Bahkan, beberapa produk ini tidak Amerika Serikat produksi, sehingga tarif yang awalnya bertujuan mendorong produksi domestik tidak berdampak apa-apa selain menaikkan harga bagi importir dan konsumen.
Menanggapi hal ini, Asosiasi Industri Makanan (Food Industry Association) memuji langkah Trump untuk memberikan “bantuan tarif yang cepat.” Asosiasi itu menyebut langkah ini sebagai “langkah kritis menjamin pasokan yang cukup dengan harga yang terjangkau oleh konsumen.”
Janji Cek $2.000 yang Kontradiktif
Anehnya, meskipun membatalkan tarif, Trump menggunakan komentarnya di Air Force One untuk mengulangi janjinya. Ia berjanji akan menggunakan pendapatan tarif (yang kini berkurang) untuk mendanai cek $2.000 bagi warga Amerika, mungkin pada tahun 2026.
Namun, ia menolak anggapan bahwa cek tersebut dapat memperburuk inflasi. “Ini adalah uang yang diperoleh dari negara lain… Ini uang sungguhan,” klaim Trump.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















