BNN Peringatkan Kampus Jadi Target Baru Pengedar Narkoba, Komjen Suyudi Buka Fakta Mengejutkan

Rabu, 19 November 2025 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Komjen Suyudi memaparkan ancaman peredaran narkoba di lingkungan kampus. (Posnews/BNN)

Kepala BNN Komjen Suyudi memaparkan ancaman peredaran narkoba di lingkungan kampus. (Posnews/BNN)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dunia pendidikan menjadi salah satu tempat yang disasar Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap perang melawan narkoba. Karena jaringan narkoba sudah lama mengincar kampus sebagai targetnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto tampil tegas saat memberikan kuliah umum di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika UPN Veteran Jakarta, Rabu (19/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan sivitas kampus, Suyudi menyoroti keras fenomena lingkungan kampus yang mulai disasar pengedar sebagai lokasi transaksi narkoba.

Sejak awal pemaparannya, Suyudi menegaskan bahwa perguruan tinggi wajib melahirkan lulusan yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Ia menekankan kampus tidak boleh berubah menjadi ladang empuk jaringan peredaran gelap.

Kemudian, Suyudi mengungkap fakta lapangan yang bikin publik tercengang. Ia menyebut munculnya titik-titik baru transaksi narkoba, termasuk di area kampus.

Baca Juga :  Operasi Senyap BNN–BAIS Sergap Buronan Kakap Sabu Rp5 Triliun di Kamboja

Bahkan, ia menyinggung kasus peredaran obat keras di sebuah kampus di wilayah Banten yang sempat membuat heboh.

“Kampus kini ikut disasar pengedar sebagai lokasi transaksi. Temuan kasus peredaran obat keras di Banten jadi bukti nyata,” tegasnya.

War on Drugs for Humanity

Berikutnya, Suyudi menjelaskan bahwa BNN tetap menjalankan strategi pemberantasan narkoba secara tegas namun berlandaskan nilai kemanusiaan.

Ia mengingatkan tragedi ratusan korban jiwa dalam operasi brutal pemberantasan narkoba di Rio de Janeiro, Brasil, sebagai contoh tindakan ekstrem yang tidak boleh terjadi di Indonesia.

“War on drugs for humanity adalah pendekatan kami. Pelaku kami tindak tegas, tetapi korban tetap kami pulihkan,” ujar Suyudi.

Suyudi menegaskan upaya memutus rantai narkoba tidak bisa hanya dibebankan pada BNN. Ia mendorong seluruh elemen bangsa—termasuk kampus—untuk turun tangan membantu menghentikan peredaran barang haram di Tanah Air.

Baca Juga :  Dua Anak Tersesat Malam Hari di Tol Wiyoto Wiyono, Diduga Dibawa Orang Misterius

“Kejahatan narkotika itu extraordinary crime. Harus kita hadapi dengan strategi national resilience dan sinergi seluruh elemen bangsa,” jelasnya.

UPN Veteran Jakarta Bangga Jadi Kampus Perdana Program BNN

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Umum, dan Keuangan UPN Veteran Jakarta, Netti Herawati, menyambut langsung kuliah umum tersebut.

Ia mengaku bangga UPN Veteran Jakarta dipilih menjadi kampus pertama pelaksanaan program strategis BNN Goes to Campus.

“Kami menganggap kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan dan komitmen nyata untuk mendukung tugas mulia BNN dalam memberantas narkotika,” ujarnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Penganiaya Satpam di Pluit Sudah Jadi Tersangka Tapi Kok Belum Ditahan, Korban Pertanyakan ke Polres Jakut
Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
12 ECU Truk Dicuri, Mekanik Ditangkap Usai 2 Bulan Diburu Polisi
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa
Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:17 WIB

Pelaku Penganiaya Satpam di Pluit Sudah Jadi Tersangka Tapi Kok Belum Ditahan, Korban Pertanyakan ke Polres Jakut

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 15:56 WIB

Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:21 WIB

12 ECU Truk Dicuri, Mekanik Ditangkap Usai 2 Bulan Diburu Polisi

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB