Operasi Senyap BNN–BAIS Sergap Buronan Kakap Sabu Rp5 Triliun di Kamboja

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNN dan BAIS TNI menangkap Dewi Astutik alias Mami, buronan sabu Rp5 triliun, di Sihanoukville Kamboja sebelum dipulangkan ke Indonesia. (Posnews/Ist)

Petugas BNN dan BAIS TNI menangkap Dewi Astutik alias Mami, buronan sabu Rp5 triliun, di Sihanoukville Kamboja sebelum dipulangkan ke Indonesia. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kado istimewa akhir tahun dibuktikan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan menangkap buronan narkoba kelas kakap Rp5 triliun, Dewi Astutik alias Mami.

Pelarian buronan narkoba Rp5 triliun, Dewi Astutik terhenti dalam operasi senyap yang dilakukan BNN bersama BAIS TNI di Sihanoukville, Kamboja, sebelum menerbangkannya ke Indonesia pada Selasa (2/12/2025) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penangkapan berlangsung cepat dan presisi. Saat itu, Dewi hendak masuk ke lobi sebuah hotel ketika tim gabungan menyergapnya tanpa memberi celah sedikit pun. “Target berhasil diamankan saat bersama seorang laki-laki,” ujar Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga :  Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan

Setelah itu, tim langsung memindahkan Dewi ke Phnom Penh untuk menjalani interogasi guna memverifikasi identitas sebelum proses pemulangan.

Menurut Suyudi, pemeriksaan mendalam sangat penting karena Dewi diduga mengendalikan alur pendanaan, logistik, dan distribusi narkotika lintas negara.

Jaringannya beroperasi di Asia Timur hingga Asia Tenggara, melibatkan kokain, sabu, dan ketamin.

Mami sang Ratu sabu Rp5 triliun dicokok tim gabungan di Sihanoukville
Mami sang Ratu sabu Rp5 triliun dicokok tim gabungan di Sihanoukville

Dewi bukan pemain sembarangan. Pasalnya, ia adalah aktor intelektual di balik penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dari jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025.

Baca Juga :  Bawa Koper dari Bandara, 2 WNA Ternyata Produksi Vape Narkoba di Jaksel - Ini Kronologinya

Ia juga terseret kasus besar pada 2024 terkait jaringan Golden Crescent.

“Dia merupakan aktor utama penyelundupan dua ton sabu. Penangkapan itu menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman narkotika,” tegas Suyudi.

Dalam rekaman yang beredar, Dewi terlihat ditangkap petugas berpakaian preman tanpa perlawanan. Kemudian, petugas perempuan menggiringnya ke mobil sedan putih sebelum diterbangkan menuju Indonesia.

Dengan keberhasilan ini, BNN menegaskan kembali komitmen memberantas mafia narkoba internasional—siapa pun dalangnya, di negara mana pun mereka bersembunyi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?
Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya
Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih
Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih
Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali
PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:31 WIB

Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?

Rabu, 4 November 2026 - 10:16 WIB

Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 08:10 WIB

Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih

Rabu, 4 November 2026 - 06:25 WIB

Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih

Selasa, 3 November 2026 - 21:26 WIB

Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

3.418 PNS Baru DKI Diingatkan Pramono soal Etika Bermedsos

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:51 WIB