Manga Bukan Sekadar Komik: Pameran Paris Ungkap Akar Tradisional di Balik Naruto dan One Piece

Kamis, 20 November 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, karya manga menjadi semakin populer. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, karya manga menjadi semakin populer. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID –– Paris kembali mengukuhkan diri sebagai pusat apresiasi seni global. Museum Guimet, yang terkenal dengan spesialisasi seni Asia, membuka pameran istimewa pada Rabu (19/11/2025).

Pameran bertajuk “Manga. An Art of its Own!” ini menawarkan perspektif baru. Biasanya, orang melihat manga hanya sebagai bacaan hiburan. Namun, kurator pameran ini justru menelusuri jejak fenomena global tersebut hingga ke akar seni tradisional Jepang.

Pengunjung tidak hanya akan melihat lembaran komik modern. Mereka akan menyaksikan dialog visual antara masa lalu dan masa kini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyandingkan Samurai dan Goku

Penyelenggara memilih pendekatan unik dalam tata letak pameran. Mereka memajang artefak kuno berdampingan dengan manga modern terlaris dunia seperti Dragon Ball, One Piece, dan Naruto.

Museum memajang topeng teater Noh, pakaian samurai (kamishimo), dan pedang katana tepat di sebelah gambar asli manga. Tujuannya, tata letak ini ingin mencerminkan kreativitas komik modern yang kini telah menguasai dunia.

Baca Juga :  Aksi Curanmor Sadis di Palmerah, Warga Tertembak Saat Halangi Maling

“Ini bukan pameran buku komik seperti yang lain. Pameran ini menempatkan buku komik secara paralel dengan koleksi Guimet,” ujar Didier Pasamonik, koordinator kurator pameran.

Bahkan, pengunjung dapat melihat “dragonball” yang sesungguhnya. Pasamonik menjelaskan bahwa benda tersebut adalah patung pemberian Shogun Jepang kepada pemimpin Prancis, Napoleon III.

“Ini akan memungkinkan pembaca muda yang tahu Dragon Ball untuk menemukan fakta baru. Ternyata, karya itu tidak muncul begitu saja entah dari mana,” tambahnya.

Dari Hokusai hingga Louis Vuitton

Selain itu, pameran ini mengajak pengunjung menyelami asal-usul kata “manga”. Istilah ini terbentuk dari kata Jepang “man” (spontan) dan “ga” (gambar).

Sejarah mencatat pertemuan Jepang dengan Barat pada akhir abad ke-19 memicu kelahiran bentuk seni ini. Seniman Jepang mengadaptasi tradisi karikatur koran Eropa. Kemudian, mereka memadukannya dengan mitologi kaya Jepang ke dalam kamishibai, sebuah bentuk teater jalanan tradisional.

Baca Juga :  Evolusi Lawakan Indonesia dari Gebuk Bantal ke Roasting Pejabat

Kurator juga mendedikasikan satu ruangan penuh untuk karya seniman legendaris Katsushika Hokusai, “Great Wave off Kanagawa”. Pasamonik menyebut garis terstruktur pada karya tahun 1831 itu telah meramalkan estetika buku komik masa kini.

Tak hanya sejarah, pameran ini juga menyoroti dampak masif manga. Bounthavy Suvilay, dosen Universitas Lille, menulis dalam katalog pameran bahwa seri seperti Astro Boy dan Akira memegang peran fundamental.

Karya-karya tersebut memicu proses “Japanisasi” budaya populer Eropa. Akibatnya, tercipta komunitas penggemar transnasional yang melampaui batas bahasa.

Pengaruh ini bahkan merambah ke dunia mode tingkat tinggi. Rumah mode ternama seperti Louis Vuitton dan Gucci turut memamerkan busana yang terinspirasi dari estetika manga di museum tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit
Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri
Ancaman El Niño 2026: Cuaca Kering Ekstrem Siap Memangkas
Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:22 WIB

Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:39 WIB

Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:44 WIB

Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:30 WIB

Ancaman El Niño 2026: Cuaca Kering Ekstrem Siap Memangkas

Berita Terbaru

Jaminan keadilan harga petani hulu. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan harga TBS guna melindungi kesejahteraan petani swadaya. Dok: Istimewa.

NASIONAL

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:06 WIB