Siswa SMK di Jakarta Barat Dikeluarkan Setelah Sering Absen, Ternyata Disiksa Teman Sekelas

Jumat, 21 November 2025 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Korban bullying atau perundungan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Korban bullying atau perundungan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dunia pendidikan harus segara mendapat perhatian pemerintah pusat. Sudah banyak korban perundungan atau bullying terjadi di lingkungan sekolah.

Kisah memilukan datang dari seorang pelajar berinisial AS (18), siswa kelas XII di sebuah SMK swasta kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Ia dikeluarkan dari sekolah setelah dianggap terlalu sering absen. Namun di balik absennya, tersimpan fakta menyedihkan: AS ternyata korban bullying selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat Panggilan yang Mengejutkan

Nurmawati, ibu AS, mengaku terkejut ketika tiba-tiba menerima surat panggilan mendadak dari pihak sekolah.

“Awalnya saya tidak tahu kenapa anak saya sering tidak masuk. Tiba-tiba saya dapat surat panggilan, disuruh datang saat itu juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Sopir Diduga Tertidur, Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Jalur Layang Cipulir

Sesampainya di sekolah, Nurmawati langsung diberi tahu bahwa AS sudah tidak bisa melanjutkan pendidikan.

“Begitu datang, mereka bilang kesempatan sudah habis. Surat terakhir sudah keluar, dan saya disodorkan surat pengunduran diri,” kata Nurmawati dengan suara berat.

Fakta Tersembunyi: AS Dibully Bertahun-Tahun

Setelah didesak, AS akhirnya mengakui semua yang ia pendam selama ini. Ia meminta maaf kepada ibunya sambil menangis, mengaku tidak sanggup sekolah karena menjadi korban bullying sejak kelas 10.

“Selama ini dia dibully dari kelas 10 sampai kelas 12,” tutur Nurmawati.

AS menegaskan bahwa ia menjadi sasaran ledekan tanpa henti. Puncaknya terjadi saat tugas membuat gantungan kunci; foto AS diedit, digondrongkan, lalu dicetak tanpa izin dan dijadikan bahan candaan satu kelas.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Kedok Konter HP di Kabupaten Bogor, Jual Tramadol Ilegal

“Foto saya dicetak jadi gantungan kunci tanpa sepengetahuan saya,” ungkap AS.

Tidak berhenti di situ, fotonya juga ditempel di berbagai ruangan, termasuk bengkel dan sudut kelas lain, seolah menjadi bahan tertawaan massal.

AS Memendam Semua Sendirian

AS mengaku memilih diam karena tidak ingin membuat keluarganya khawatir.

“Enggak ada ancaman. Saya cuma enggak mau cerita. Lebih memilih memendam,” katanya pelan.

Namun luka itu akhirnya berubah menjadi rasa sakit hati dan dendam.

“Kalau dendam ya pasti. Namanya diledek begitu, siapa sih yang enggak sakit hati,” ucapnya.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Pungli Pemakaman Gratis Masih Terjadi, Distamhut DKI Ungkap Modus Baru
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Dua Bos PT SJU Ditahan, Penyidik Buru Jejak Uang dan Aset Tambang Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:09 WIB

Pungli Pemakaman Gratis Masih Terjadi, Distamhut DKI Ungkap Modus Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB