Uni Eropa Kucurkan 10 Miliar Euro untuk Bangun 7 Gigafactory AI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah taktis kejar ketertinggalan AI. Uni Eropa mengucurkan dana 10 miliar euro untuk membangun tujuh gigafactory AI demi menyaingi Amerika Serikat dan China. Dok: Istimewa.

Langkah taktis kejar ketertinggalan AI. Uni Eropa mengucurkan dana 10 miliar euro untuk membangun tujuh gigafactory AI demi menyaingi Amerika Serikat dan China. Dok: Istimewa.

BRUSSEL, POSNEWS.CO.ID – Uni Eropa meluncurkan langkah besar guna mengamankan kedaulatan teknologi kawasan.

Bantuan 10 Miliar Euro dan Target Investasi Swasta

Komisi Eropa menawarkan bantuan dana segar sebesar 10 miliar euro.

Nilai bantuan tersebut setara dengan 11,4 miliar dolar AS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah menargetkan kucuran dana ini memicu investasi swasta tambahan.

Nilai investasi swasta tersebut mencapai 20 miliar euro atau 22,8 miliar dolar AS.

Uni Eropa menyalurkan dana ini untuk membangun tujuh gigafactory AI.

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Henna Virkkunen membeberkan urgensi proyek.

Virkkunen menilai akses kapasitas komputasi raksasa merupakan kebutuhan strategis Eropa.

Kini pengembangan teknologi kecerdasan buatan bergerak sangat cepat di dunia.

Kekuatan 100 Ribu Chip AI dan Komputasi Raksasa

Perusahaan teknologi kini dapat mengajukan penawaran kontrak pembangunan gigafactory.

Baca Juga :  Vivo V80 dan Vivo S2 Muncul di Database IMEI: Sinyal Kuat Peluncuran Global

Setiap gigafactory akan mengoperasikan minimal 100.000 chip AI canggih.

Spesifikasi ini menghasilkan kapasitas empat kali lebih kuat dari fasilitas lama.

Saat ini Uni Eropa mengoperasikan 19 pusat data AI.

Jaringan pusat data tersebut membentang dari Finlandia hingga Spanyol.

Kehadiran tujuh gigafactory baru ini memperbesar kapasitas komputasi hingga dua kali lipat.

Ketertinggalan Eropa dari Amerika Serikat dan China

Laporan Bank Sentral AS tahun 2025 menyoroti ketertinggalan Eropa.

Eropa berada jauh di belakang Amerika Serikat dan China.

China menguasai kapasitas listrik raksasa untuk pusat data.

Sementara itu Amerika Serikat menyedot porsi terbesar investasi swasta AI.

Laporan Komisi Eropa bulan Juni membeberkan kelemahan utama Uni Eropa.

Eropa tidak memproduksi mayoritas komponen penting pusat data.

Selain itu harga listrik Eropa menyentuh angka dua hingga tiga kali lipat.

Angka ini jauh lebih mahal ketimbang tarif listrik AS dan China.

Ketergantungan Layanan Awan dan Dominasi Perusahaan Asing

Perusahaan dan lembaga publik Eropa terus mengandalkan penyedia AI asal AS.

Baca Juga :  Dinasti Politik: Warisan Darah yang Mencekik Meritokrasi

Lima penyedia layanan awan terbesar di Eropa merupakan perusahaan Amerika.

Ketergantungan ini mengancam kerahasiaan data serta otonomi operasional Eropa.

Startup Prancis Mistral mengoperasikan pusat data AI terbesar di Paris.

Mistral merilis chatbot bernama Le Chat ke publik.

Namun Mistral belum sanggup menyaingi OpenAI dan DeepSeek dari China.

Presiden AS Donald Trump juga gencar mengkritik regulasi teknologi Eropa.

Sementara itu China membatasi pasokan mineral kritis untuk sektor teknologi.

Pengawasan Standar Etika dan Dampak Lingkungan

Komisi Eropa memastikan seluruh produk AI mematuhi aturan ketat.

Produk AI wajib mengikuti standar perlindungan data dan etika Eropa.

Acuan aturan mencakup Undang-Undang Layanan Digital dan Pasar Digital.

Di sisi lain 40 wali kota dunia menandatangani pakta khusus bulan Juni.

Para pemimpin kota ingin membatasi dampak negatif pembangunan pusat data AI.

Pusat data AI berpotensi menguras sumber daya alam dan mendongkrak harga listrik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51
Apple Tunjuk Samsung Display Garap Panel MacBook OLED
HoverAir Memperkenalkan Perangkat Modular Versa
Krisis Memori dan Tarif Global Dorong Harga Gawai Gaming
Model AI Anthropic Lolos Pengujian dan Retas Sistem 3 Organisasi
Pengembang Stellar Blade Shift Up Tuai Kecaman Komunitas Gamer
AMD Resmi Meluncurkan Driver Adrenalin Edition 26.7.1
Intel Resmi Menghidupkan Kembali Teknologi Hyper-Threading

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Apple Tunjuk Samsung Display Garap Panel MacBook OLED

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:00 WIB

HoverAir Memperkenalkan Perangkat Modular Versa

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Krisis Memori dan Tarif Global Dorong Harga Gawai Gaming

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Uni Eropa Kucurkan 10 Miliar Euro untuk Bangun 7 Gigafactory AI

Berita Terbaru

Dell resmi merilis trio laptop gaming Alienware terbaru yang mengusung chipset Intel Core Ultra 9 dan kartu grafis hingga Nvidia GeForce RTX 5090. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:12 WIB

Langkah taktis raksasa teknologi. Apple menunjuk Samsung Display sebagai pemasok tunggal panel OLED touchscreen untuk MacBook OLED dan iPhone Ultra. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Apple Tunjuk Samsung Display Garap Panel MacBook OLED

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:06 WIB

Inovasi gawai modular dua fungsi. HoverAir merilis konsep Versa yang menggabungkan kamera gimbal genggam dan drone terbang pintar dalam satu perangkat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HoverAir Memperkenalkan Perangkat Modular Versa

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:00 WIB

Peta baru industri hiburan interaktif. Krisis memori RAM global, kebijakan tarif impor, serta inflasi mengakhiri era konsol gaming murah 500 dolar AS secara permanen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Krisis Memori dan Tarif Global Dorong Harga Gawai Gaming

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:00 WIB