Urbanisasi Global South: UN-Habitat Serukan Peta Jalan Baru untuk Kota Tangguh dan Layak Huni

Rabu, 26 November 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Global South kini jadi episentrum urbanisasi dunia. UN-Habitat desak peta jalan baru demi ciptakan kota hijau dan tangguh di tengah tantangan pemukiman kumuh. Dok: Istimewa.

Global South kini jadi episentrum urbanisasi dunia. UN-Habitat desak peta jalan baru demi ciptakan kota hijau dan tangguh di tengah tantangan pemukiman kumuh. Dok: Istimewa.

NAIROBI, POSNEWS.CO.ID – Wajah dunia sedang berubah dengan cepat. Wilayah Global South kini resmi menjadi episentrum baru urbanisasi global. Merespons hal ini, Program Pemukiman Manusia PBB (UN-Habitat) menyerukan langkah mendesak.

Direktur Eksekutif UN-Habitat, Anaclaudia Rossbach, mendesak pembuatan peta jalan baru pada Selasa (25/11/2025). Tujuannya jelas, ia ingin memperkuat ketahanan kota-kota yang tumbuh pesat tersebut di tengah berbagai tantangan kompleks.

Rossbach menekankan perlunya kebijakan dan pengaman regulasi yang kuat. Dengan begitu, kota-kota masa depan dapat tumbuh menjadi lingkungan yang hijau, layak huni, dan manusiawi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan Pemukiman Kumuh dan Kemiskinan

Urbanisasi di negara berkembang memang membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi, pertumbuhan kota sering kali berjalan beriringan dengan masalah pelik.

Rossbach menyoroti munculnya pemukiman informal atau kawasan kumuh yang menjamur. Selain itu, kemiskinan, ketimpangan, dan segregasi sosial menjadi pemandangan umum. Parahnya lagi, akses terhadap layanan dasar sering kali sangat minim bagi warga miskin kota.

Baca Juga :  Lonjakan Penumpang Terminal Pulo Gebang saat Libur Maulid Nabi, Tembus 5.000 Orang

Namun, Rossbach tetap optimis. Menurutnya, urbanisasi bisa menjadi kunci emas jika kita mengelolanya dengan benar.

“Urbanisasi dapat memicu pertumbuhan, inovasi, dan transformasi sosial di Afrika, Amerika Latin, dan Asia,” ujarnya. Pasalnya, wilayah-wilayah ini diproyeksikan akan menampung populasi perkotaan terbesar di dunia pada tahun 2050.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam breifing media menjelang Forum Perkotaan Dunia (World Urban Forum/WUF) ke-13. Acara bergengsi ini akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada Mei 2026 mendatang.

Tema besar yang mereka usung adalah “Menghuni Dunia: Kota dan Komunitas yang Aman dan Tangguh”. Sejak awal berdirinya pada 2002, WUF telah menjadi panggung utama bagi para pemangku kepentingan.

Menteri, wali kota, inovator, hingga akademisi berkumpul di sana. Mereka bersatu untuk merevitalisasi agenda urbanisasi global.

Baca Juga :  Kapal Selam AS Tenggelamkan Frigat Iran di Perairan Sri Lanka

Perumahan sebagai Pusat Agenda Nasional

Rossbach juga menggarisbawahi Agenda Perkotaan Baru (New Urban Agenda). Agenda ini menuntut perencanaan kota yang berpusat pada manusia.

Prioritas utamanya mencakup peningkatan kualitas pemukiman kumuh dan ketahanan ekologis kota. Hal-hal ini sangat sentral bagi keberlanjutan urbanisasi di Global South.

Oleh karena itu, ia memuji langkah Forum Perkotaan Afrika perdana yang digelar pada 2024. Forum tersebut berhasil menekankan pentingnya pertumbuhan kota yang berkelanjutan di tengah migrasi desa-kota yang masif.

“Kita perlu melihat pengalaman dan model yang ada, tetapi kita juga harus memahami konteks tempat kita tinggal,” tegas Rossbach.

Akhirnya, ia menyimpulkan kunci solusinya. Kita harus mengadaptasi solusi dengan menempatkan perumahan di pusat agenda pembangunan nasional. Undang-undang progresif, mobilisasi sumber daya domestik, dan inovasi akan menjadi pilar utama transformasi ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump
Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai
Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech
Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi
BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026
Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:39 WIB

BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026

Berita Terbaru

Keretakan aliansi sayap kanan. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam keras klaim sepihak Donald Trump mengenai foto bersama di KTT G7 Evian. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Jun 2026 - 20:49 WIB

Terobosan di meja perundingan. Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang dan memulihkan ekonomi dunia. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:44 WIB

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:28 WIB

Dominasi mutlak Samurai Blue. Jepang mencetak sejarah baru setelah menggilas Tunisia empat-nol, membuka peluang lebar menuju babak gugur Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Matias Delacroix)

INTERNASIONAL

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:42 WIB