NAIROBI, POSNEWS.CO.ID – Wajah dunia sedang berubah dengan cepat. Wilayah Global South kini resmi menjadi episentrum baru urbanisasi global. Merespons hal ini, Program Pemukiman Manusia PBB (UN-Habitat) menyerukan langkah mendesak.
Direktur Eksekutif UN-Habitat, Anaclaudia Rossbach, mendesak pembuatan peta jalan baru pada Selasa (25/11/2025). Tujuannya jelas, ia ingin memperkuat ketahanan kota-kota yang tumbuh pesat tersebut di tengah berbagai tantangan kompleks.
Rossbach menekankan perlunya kebijakan dan pengaman regulasi yang kuat. Dengan begitu, kota-kota masa depan dapat tumbuh menjadi lingkungan yang hijau, layak huni, dan manusiawi.
Tantangan Pemukiman Kumuh dan Kemiskinan
Urbanisasi di negara berkembang memang membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi, pertumbuhan kota sering kali berjalan beriringan dengan masalah pelik.
Rossbach menyoroti munculnya pemukiman informal atau kawasan kumuh yang menjamur. Selain itu, kemiskinan, ketimpangan, dan segregasi sosial menjadi pemandangan umum. Parahnya lagi, akses terhadap layanan dasar sering kali sangat minim bagi warga miskin kota.
Namun, Rossbach tetap optimis. Menurutnya, urbanisasi bisa menjadi kunci emas jika kita mengelolanya dengan benar.
“Urbanisasi dapat memicu pertumbuhan, inovasi, dan transformasi sosial di Afrika, Amerika Latin, dan Asia,” ujarnya. Pasalnya, wilayah-wilayah ini diproyeksikan akan menampung populasi perkotaan terbesar di dunia pada tahun 2050.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menuju Forum Perkotaan Dunia ke-13
Pernyataan ini ia sampaikan dalam breifing media menjelang Forum Perkotaan Dunia (World Urban Forum/WUF) ke-13. Acara bergengsi ini akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada Mei 2026 mendatang.
Tema besar yang mereka usung adalah “Menghuni Dunia: Kota dan Komunitas yang Aman dan Tangguh”. Sejak awal berdirinya pada 2002, WUF telah menjadi panggung utama bagi para pemangku kepentingan.
Menteri, wali kota, inovator, hingga akademisi berkumpul di sana. Mereka bersatu untuk merevitalisasi agenda urbanisasi global.
Perumahan sebagai Pusat Agenda Nasional
Rossbach juga menggarisbawahi Agenda Perkotaan Baru (New Urban Agenda). Agenda ini menuntut perencanaan kota yang berpusat pada manusia.
Prioritas utamanya mencakup peningkatan kualitas pemukiman kumuh dan ketahanan ekologis kota. Hal-hal ini sangat sentral bagi keberlanjutan urbanisasi di Global South.
Oleh karena itu, ia memuji langkah Forum Perkotaan Afrika perdana yang digelar pada 2024. Forum tersebut berhasil menekankan pentingnya pertumbuhan kota yang berkelanjutan di tengah migrasi desa-kota yang masif.
“Kita perlu melihat pengalaman dan model yang ada, tetapi kita juga harus memahami konteks tempat kita tinggal,” tegas Rossbach.
Akhirnya, ia menyimpulkan kunci solusinya. Kita harus mengadaptasi solusi dengan menempatkan perumahan di pusat agenda pembangunan nasional. Undang-undang progresif, mobilisasi sumber daya domestik, dan inovasi akan menjadi pilar utama transformasi ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua


















