Trump Tolak Tawaran Putin: AS Pertimbangkan Operasi Militer Rebut Uranium Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump menutup pintu bagi usulan diplomasi nuklir Presiden Rusia Vladimir Putin minggu ini. Media AS, Axios, melaporkan bahwa Trump menolak rencana pemindahan stok uranium Iran ke Rusia sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Dalam konteks ini, Putin mengajukan ide tersebut melalui sambungan telepon pada hari Senin guna mengakhiri eskalasi perang di Timur Tengah. Namun, Trump tetap pada pendiriannya bahwa otoritas keamanan harus benar-benar menjaga materi nuklir tersebut secara permanen. Oleh karena itu, Amerika Serikat memandang pemindahan ke Rusia bukan sebagai solusi jangka panjang yang memuaskan.

Ketidakpastian Sikap Teheran dan Sejarah Negosiasi

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Iran akan menerima usulan tersebut jika Trump menyetujuinya. Bahkan, dalam putaran perundingan terakhir sebelum perang pecah, Iran secara tegas menolak ide pengiriman uranium ke luar negeri. Sebaliknya, Teheran lebih memilih proses pengenceran uranium di dalam fasilitas mereka sendiri dengan pengawasan ketat IAEA.

Oleh sebab itu, posisi Iran yang kaku ini memperumit upaya diplomatik Moskow untuk menjadi penengah. Pejabat Amerika Serikat menegaskan bahwa ini bukan pertama kalinya tawaran serupa muncul ke permukaan. “Posisi kami sangat jelas, kami perlu melihat pihak berwenang mengamankan uranium tersebut sepenuhnya,” ujar seorang pejabat senior AS sebagaimana kutipan media.

Sinyal Operasi Khusus dan Penyitaan Paksa

Lebih jauh lagi, situasi semakin memanas karena munculnya laporan bahwa pemerintahan  Trump sedang mempertimbangkan opsi militer rahasia. Laporan menyebutkan Gedung Putih tengah mengkaji rencana pengiriman pasukan operasi khusus ke dalam wilayah Iran. Tujuan utamanya adalah untuk menyita atau menghancurkan stok uranium hasil pengayaan tersebut secara langsung.

Meskipun demikian, Trump memberikan jawaban yang diplomatis saat media menanyakan hal tersebut dalam wawancara dengan Fox News pada hari Jumat. “Kami tidak sedang fokus pada hal itu saat ini. Namun, pada titik tertentu, mungkin saja kami akan melakukannya,” tegas Trump. Pernyataan ini memberikan sinyal kuat bahwa opsi kekuatan fisik tetap berada di atas meja kerja Pentagon.

Baca Juga :  Bajak Laut Mediterania Kuno: Teror Laut Ribuan Tahun Sebelum Jack Sparrow

Masa Depan Keamanan Energi dan Risiko Nuklir

Penolakan Trump terhadap tawaran Putin menunjukkan bahwa Washington lebih mempercayai kekuatan militernya sendiri daripada jaminan diplomatik dari pihak Rusia. Sebagai hasilnya, ketegangan di kawasan Teluk kemungkinan besar akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Pada akhirnya, dunia kini menanti apakah Trump akan benar-benar meluncurkan operasi komando untuk merebut “jantung” program nuklir Iran tersebut.

Secara simultan, krisis ini terus mendorong ketidakpastian di pasar energi global. Jika AS benar-benar melakukan operasi penyitaan uranium di dalam wilayah kedaulatan Iran, maka potensi serangan balasan terhadap infrastruktur minyak dunia akan menjadi ancaman yang nyata. Dengan demikian, diplomasi nuklir kini telah berubah menjadi perlombaan kekuatan militer yang sangat berbahaya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB

Los Angeles Dodgers amankan tiket postseason MLB 14 musim beruntun usai tekuk Cincinnati Reds 4-1. Simak rincian rekor. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:24 WIB

Glorious merilis keyboard gaming mekanik GMMK Eternal 96% berfitur numpad seharga $99.99. Simak spesifikasi lengkap, fitur hot-swap, dan peredam suaranya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Glorious GMMK Eternal Resmi Meluncur, Keyboard Gaming

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:29 WIB