Cuaca Hari Ini, BMKG: Jabodetabek Berawan Sepanjang Hari, Bogor Waspada Petir

Kamis, 27 November 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awan tebal menyelimuti langit Jakarta menjelang hujan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
(Posnews/Canva)

Awan tebal menyelimuti langit Jakarta menjelang hujan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (Posnews/Canva)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Bekasi (Jabodetabek) pada Kamis (27/11/2025) didominasi cuaca cerah berawan tebal sejak pagi hingga malam.

Meski begitu, hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah mulai siang hingga sore hari.

Pada pagi hari, langit Jabodetabek masih tertutup awan pekat.

Selanjutnya, memasuki siang hingga sore, potensi hujan ringan mulai muncul di Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kabupaten dan Kota Bogor.

Baca Juga :  Update Kasus Alvaro Kiano, Bocah Hilang Ditemukan Tewas - Polisi Periksa DNA

BMKG mengingatkan, Kabupaten dan Kota Bogor perlu meningkatkan kewaspadaan karena hujan berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko pohon tumbang, genangan, hingga gangguan aktivitas warga.

Selain itu, cuaca yang berubah cepat membuat BMKG menyarankan warga menyiapkan perlengkapan pelindung hujan saat beraktivitas di luar rumah.

Langkah ini penting untuk mengantisipasi hujan dadakan, terutama di wilayah rawan bencana.

Dengan cuaca yang tak menentu, warga Jabodetabek diminta tetap waspada dan mengikuti update resmi BMKG agar aktivitas tetap aman. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal
Cucu Mpok Nori Tewas di Cipayung, Mantan Suami Siri Emosi Usai Ditolak Rujuk
Dermaga Kali Adem Ramai, Polisi Fokus Pengamanan dan Keselamatan Penumpang
64 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Drone di Rumah Sakit Darfur
Baku Tembak TNI AL vs KKB di Maybrat, 2 Prajurit Gugur – Senjata Dirampas

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Maret 2026 - 10:08 WIB

Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?

Senin, 23 Maret 2026 - 09:21 WIB

Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam

Senin, 23 Maret 2026 - 08:15 WIB

ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Senin, 23 Maret 2026 - 07:30 WIB

Cucu Mpok Nori Tewas di Cipayung, Mantan Suami Siri Emosi Usai Ditolak Rujuk

Berita Terbaru

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB

Politik hijau di meja perundingan. Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan instrumen ekonomi dan diplomatik yang mendefinisikan ulang kekuatan negara di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?

Senin, 23 Mar 2026 - 10:08 WIB

Ilustrasi, Tren yang mengkhawatirkan di Afrika. Saat dunia mencatat penurunan angka kematian akibat terorisme ke level terendah dalam satu dekade, Nigeria justru mengalami lonjakan fatalitas hingga 46 persen akibat serangan kelompok militan yang kian canggih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam

Senin, 23 Mar 2026 - 09:21 WIB

Runtuhnya kepastian hukum imigrasi. Seorang ibu asal Kanada dan putrinya yang menderita autisme kini mendekam di tahanan ICE selama sepekan. Otoritas memaksa mereka melakukan

INTERNASIONAL

ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Senin, 23 Mar 2026 - 08:15 WIB