Update Kasus Alvaro Kiano, Bocah Hilang Ditemukan Tewas – Polisi Periksa DNA

Minggu, 23 November 2025 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alvaro Kiano Nugroho semasa hidup. (Posnews.Ist)

Alvaro Kiano Nugroho semasa hidup. (Posnews.Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polres Jakarta Selatan terus mendalami kasus tewasnya bocah 6 tahun Alvaro Kiano Nugroho (6) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Setelah delapan bulan pencarian, polisi akhirnya menemukan kerangka manusia yang diduga kuat milik Alvaro. Temuan ini sekaligus mempertegas dugaan adanya tindak kriminal di balik hilangnya bocah itu.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengonfirmasi penemuan kerangka tersebut.

“Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro,” ujar Nicolas, Minggu (23/11/2025).

Baca Juga :  Lebih dari Sekadar Panci Dapur: Revolusi Baja Tahan Karat

Meskipun demikian, Nicolas menegaskan bahwa identitas kerangka itu harus dipastikan melalui pemeriksaan ilmiah.

“Tapi kita butuh kepastian dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan Labfor ya. Tunggu penyelidik dan penyidik bekerja dulu untuk memastikannya,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Pesanggrahan: Ada Tersangka Diamankan

Informasi awal penemuan jenazah disampaikan Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam. Tidak hanya menemukan korban, polisi juga menahan seorang tersangka yang diduga terlibat dalam hilangnya Alvaro.

Baca Juga :  Banjir Jakarta 29 Januari 2026: 52 RT dan 17 Jalan Tergenang, BPBD Siaga

“Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan tersangka sudah diamankan,” ungkap Seala.

Sebelumnya, Alvaro hilang pada 6 Maret 2025. Bocah malang itu terakhir kali terlihat di Masjid Jami Al Muflihun, kawasan Pesanggrahan, tak jauh dari rumahnya. Sejak saat itu, keluarga dan polisi terus melakukan pencarian, namun baru hari ini titik terang kasus muncul.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif, peran tersangka, serta detik-detik terakhir keberadaan Alvaro sebelum dinyatakan hilang. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB