Satuan Tugas PKH Selidiki Dugaan Pembalakan Liar Penyebab Banjir Bandang di Pulau Sumatera

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera. (Posnews/Ist)

Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bergerak cepat menyelidiki dugaan pembalakan liar yang diduga memperparah banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini bertujuan memastikan apakah bencana sepenuhnya akibat alam atau ada faktor manusia yang memperburuk kondisi.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan, “Kami akan mendalami fakta-fakta yang beredar di media. Jika terbukti ada unsur perbuatan manusia, proses hukum akan segera dijalankan,” ujar Anang, Selasa (2/12/2025).

Selain itu, Anang menambahkan, “Ketika ditemukan unsur kesengajaan, penegak hukum pasti mengambil tindakan tegas sesuai aturan.”

Baca Juga :  Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Fenomena ini tampak jelas di Sumatera Utara, di mana kayu gelondongan terbawa derasnya arus banjir.

Video yang beredar di media sosial dari Tapanuli Selatan dan Tengah memperlihatkan kayu-kayu mengalir bebas tanpa hambatan.

Warganet mengaitkan kayu gelondongan tersebut dengan aktivitas illegal logging yang marak di sejumlah kawasan hutan.

Satuan Tugas PKH bersama aparat terkait kini melakukan investigasi lapangan, mengumpulkan bukti, dan menelusuri rantai kegiatan ilegal yang berpotensi memperparah bencana.

Masyarakat diminta tetap waspada dan melaporkan dugaan aktivitas ilegal di hutan melalui saluran resmi agar proses penegakan hukum berjalan efektif.

Baca Juga :  BPBD DKI Sebar 2,4 Ton CaO dalam Operasi Modifikasi Cuaca Hari ke-9 di Jakarta

BPBD setempat mencatat, banjir bandang di tiga provinsi Sumatera telah merenggut puluhan korban jiwa, merusak ribuan rumah, dan memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi aman.

Selain itu, pemerintah daerah menyiagakan personel SAR serta logistik bantuan darurat untuk mempercepat evakuasi.

Dengan langkah cepat ini, Satuan Tugas PKH berharap aktivitas ilegal di hutan terdeteksi lebih awal sekaligus mencegah bencana susulan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Ternyata Cukup Siapkan Sekitar Rp23 Juta
Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest
Putusan MK Jadi Amunisi, Gibran Dilaporkan ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan
Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi
Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan
Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk
Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Biaya Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Ternyata Cukup Siapkan Sekitar Rp23 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Putusan MK Jadi Amunisi, Gibran Dilaporkan ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Henri B Kagan dan Kenso Soai meraih Hadiah Nobel Kimia atas penemuan autokatalisis dan efek non-linear. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:04 WIB