JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Alam semesta sering kali menyimpan kejutan yang menggelitik akal sehat. Salah satu misteri terbesar dalam dunia biologi datang dari benua Australia. Di sana, hidup seekor hewan marsupial menggemaskan bernama wombat.
Hewan ini memegang rekor dunia yang sangat unik dan aneh. Faktanya, wombat adalah satu-satunya makhluk di muka bumi yang mengeluarkan kotoran berbentuk kubus sempurna.
Anda tidak salah baca. Tinja mereka benar-benar berbentuk kotak seperti dadu. Fenomena ini telah membingungkan para ilmuwan selama bertahun-tahun. Namun, riset terbaru akhirnya berhasil memecahkan teka-teki “pabrik bata” alami ini.
Agar Tidak Menggelinding Jatuh
Mengapa bentuknya harus kotak? Ternyata, alam tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa alasan. Bentuk kubus ini memiliki fungsi evolusi yang sangat vital bagi kelangsungan hidup wombat.
Wombat adalah hewan nokturnal dengan penglihatan yang buruk. Oleh karena itu, mereka sangat bergantung pada indra penciuman untuk berkomunikasi. Mereka menggunakan tumpukan kotoran sebagai “papan pengumuman” untuk menandai wilayah kekuasaan dan menarik pasangan.
Wombat gemar menaruh kotoran mereka di tempat yang tinggi dan mencolok, seperti di atas batu atau kayu tumbang. Jika kotorannya berbentuk bulat seperti hewan lain, benda itu akan mudah menggelinding jatuh dan hilang.
Sebaliknya, bentuk kubus yang memiliki sisi datar membuatnya tetap diam di tempat. Dengan begitu, pesan aroma yang wombat tinggalkan akan tetap terbaca oleh wombat lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anus Bulat, Usus “Pemahat”
Pertanyaan selanjutnya adalah “bagaimana”. Apakah anus wombat berbentuk kotak? Jawabannya tidak. Anus mereka bulat dan elastis sama seperti hewan mamalia lainnya.
Rahasia bentuk kotak itu ternyata tersembunyi jauh di dalam perut mereka. Sebuah tim peneliti dari Georgia Institute of Technology melakukan studi mendalam mengenai hal ini. Hasilnya, mereka menemukan bahwa usus wombat memiliki elastisitas yang bervariasi.
Usus manusia atau babi memiliki kelenturan yang seragam. Akan tetapi, usus wombat memiliki dua alur kaku dan dua alur lunak di dindingnya.
Saat kotoran bergerak di 8 persen bagian terakhir usus, kontraksi ritmis dari bagian kaku dan lunak inilah yang bekerja. Usus tersebut memahat tinja cair menjadi padatan berbentuk balok yang rapi sebelum akhirnya keluar.
Inspirasi Bagi Manusia
Temuan ini bukan sekadar fakta trivia yang lucu. Justru, para insinyur melihat potensi besar di dalamnya. Penemuan ini bisa menginspirasi teknik manufaktur baru.
Dalam dunia industri, manusia biasanya membuat bentuk kubus dengan dua cara. Kita memotong material keras atau menuangnya ke dalam cetakan kaku. Namun, wombat mengajarkan metode ketiga yang revolusioner.
Mereka membentuk sudut tajam menggunakan jaringan lunak. Hal ini bisa menjadi dasar bagi teknologi baru dalam pembentukan material lunak atau bahkan robotika medis di masa depan.
Solusi Elegan dari Alam
Pada akhirnya, misteri kotoran wombat membuktikan kejeniusan desain alam. Evolusi selalu menemukan solusi elegan untuk masalah sederhana.
Hanya untuk mencegah kotoran menggelinding, alam merancang ulang sistem pencernaan seekor spesies selama ribuan tahun. Ingatlah, keajaiban sains terkadang bersembunyi di tempat yang paling tidak kita duga, bahkan di dalam kotoran seekor hewan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















