Misteri Kotoran Kubus Wombat: Keajaiban Biologis yang Aneh tapi Nyata

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu-satunya di dunia! Wombat buang air besar berbentuk dadu. Simak alasan evolusi dan mekanisme usus canggih di balik keajaiban aneh ini. Dok: Istimewa.

Satu-satunya di dunia! Wombat buang air besar berbentuk dadu. Simak alasan evolusi dan mekanisme usus canggih di balik keajaiban aneh ini. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Alam semesta sering kali menyimpan kejutan yang menggelitik akal sehat. Salah satu misteri terbesar dalam dunia biologi datang dari benua Australia. Di sana, hidup seekor hewan marsupial menggemaskan bernama wombat.

Hewan ini memegang rekor dunia yang sangat unik dan aneh. Faktanya, wombat adalah satu-satunya makhluk di muka bumi yang mengeluarkan kotoran berbentuk kubus sempurna.

Anda tidak salah baca. Tinja mereka benar-benar berbentuk kotak seperti dadu. Fenomena ini telah membingungkan para ilmuwan selama bertahun-tahun. Namun, riset terbaru akhirnya berhasil memecahkan teka-teki “pabrik bata” alami ini.

Agar Tidak Menggelinding Jatuh

Mengapa bentuknya harus kotak? Ternyata, alam tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa alasan. Bentuk kubus ini memiliki fungsi evolusi yang sangat vital bagi kelangsungan hidup wombat.

Wombat adalah hewan nokturnal dengan penglihatan yang buruk. Oleh karena itu, mereka sangat bergantung pada indra penciuman untuk berkomunikasi. Mereka menggunakan tumpukan kotoran sebagai “papan pengumuman” untuk menandai wilayah kekuasaan dan menarik pasangan.

Wombat gemar menaruh kotoran mereka di tempat yang tinggi dan mencolok, seperti di atas batu atau kayu tumbang. Jika kotorannya berbentuk bulat seperti hewan lain, benda itu akan mudah menggelinding jatuh dan hilang.

Baca Juga :  Satgas PKH Sikat Mafia Lahan, 4 Juta Hektare Hutan Kembali ke Negara - Prabowo Beri Hormat

Sebaliknya, bentuk kubus yang memiliki sisi datar membuatnya tetap diam di tempat. Dengan begitu, pesan aroma yang wombat tinggalkan akan tetap terbaca oleh wombat lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anus Bulat, Usus “Pemahat”

Pertanyaan selanjutnya adalah “bagaimana”. Apakah anus wombat berbentuk kotak? Jawabannya tidak. Anus mereka bulat dan elastis sama seperti hewan mamalia lainnya.

Rahasia bentuk kotak itu ternyata tersembunyi jauh di dalam perut mereka. Sebuah tim peneliti dari Georgia Institute of Technology melakukan studi mendalam mengenai hal ini. Hasilnya, mereka menemukan bahwa usus wombat memiliki elastisitas yang bervariasi.

Usus manusia atau babi memiliki kelenturan yang seragam. Akan tetapi, usus wombat memiliki dua alur kaku dan dua alur lunak di dindingnya.

Saat kotoran bergerak di 8 persen bagian terakhir usus, kontraksi ritmis dari bagian kaku dan lunak inilah yang bekerja. Usus tersebut memahat tinja cair menjadi padatan berbentuk balok yang rapi sebelum akhirnya keluar.

Baca Juga :  Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS

Inspirasi Bagi Manusia

Temuan ini bukan sekadar fakta trivia yang lucu. Justru, para insinyur melihat potensi besar di dalamnya. Penemuan ini bisa menginspirasi teknik manufaktur baru.

Dalam dunia industri, manusia biasanya membuat bentuk kubus dengan dua cara. Kita memotong material keras atau menuangnya ke dalam cetakan kaku. Namun, wombat mengajarkan metode ketiga yang revolusioner.

Mereka membentuk sudut tajam menggunakan jaringan lunak. Hal ini bisa menjadi dasar bagi teknologi baru dalam pembentukan material lunak atau bahkan robotika medis di masa depan.

Solusi Elegan dari Alam

Pada akhirnya, misteri kotoran wombat membuktikan kejeniusan desain alam. Evolusi selalu menemukan solusi elegan untuk masalah sederhana.

Hanya untuk mencegah kotoran menggelinding, alam merancang ulang sistem pencernaan seekor spesies selama ribuan tahun. Ingatlah, keajaiban sains terkadang bersembunyi di tempat yang paling tidak kita duga, bahkan di dalam kotoran seekor hewan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB