Mengapa Banyak Orang Indonesia Kekurangan Vitamin D?

Selasa, 9 Desember 2025 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Indonesia kaya matahari, tapi warganya justru kurang Vitamin D. Kok bisa? Simak ironi kesehatan ini dan cara berjemur yang benar agar tidak

Ilustrasi, Indonesia kaya matahari, tapi warganya justru kurang Vitamin D. Kok bisa? Simak ironi kesehatan ini dan cara berjemur yang benar agar tidak "rugi" tinggal di khatulistiwa. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Indonesia terletak strategis tepat di garis khatulistiwa. Matahari bersinar terik sepanjang tahun tanpa henti di negeri ini. Namun, sebuah ironi kesehatan yang besar sedang terjadi secara diam-diam.

Jutaan orang Indonesia justru menderita kekurangan atau defisiensi Vitamin D. Padahal, sumber utama vitamin ini tersedia gratis di langit setiap hari. Kita ibarat tikus mati di lumbung padi. Kita kelaparan nutrisi di tengah limpahan sumber daya alam.

“Phobia” Matahari dan Gaya Hidup Indoor

Mengapa anomali ini bisa terjadi? Penyebab utamanya adalah perubahan gaya hidup modern yang drastis. Masyarakat urban kini menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam ruangan ber-AC.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita berangkat kerja saat matahari belum tinggi, dan pulang saat matahari sudah terbenam. Akibatnya, kulit kita sangat jarang menyentuh sinar matahari langsung.

Selain itu, ada faktor budaya dan estetika. Banyak orang Indonesia memiliki obsesi terhadap kulit putih. Lantas, mereka menghindari matahari seolah itu adalah musuh.

Baca Juga :  Bagaimana Tanaman Saling Membunuh?

Mereka menggunakan payung, pakaian tertutup rapat, atau mengoleskan tabir surya (sunscreen) dengan SPF tinggi secara berlebihan. Sayangnya, tabir surya memblokir sinar UV-B. Padahal, tubuh membutuhkan sinar jenis ini untuk memproduksi Vitamin D secara alami.

Polusi: Tembok Tak Kasat Mata

Faktor lingkungan juga turut memperparah situasi. Khususnya bagi warga Jakarta dan kota besar lainnya, polusi udara menjadi penghalang serius.

Partikel polutan di atmosfer bertindak seperti perisai raksasa. Imbasnya, partikel ini memantulkan dan menyerap sinar UV-B sebelum mencapai permukaan bumi. Sinar matahari yang sampai ke kulit kita sudah kehilangan “potensinya” untuk memicu produksi vitamin.

Lebih dari Sekadar Tulang Kuat

Kita sering menganggap Vitamin D hanya penting untuk mencegah pengeroposan tulang. Sebenarnya, peran nutrisi ini jauh lebih luas dan vital.

Vitamin D adalah kunci utama sistem kekebalan tubuh. Ia bertindak sebagai komandan yang mengatur respon imun melawan virus dan bakteri.

Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan kaitan erat dengan kesehatan mental. Reseptor Vitamin D terdapat di area otak yang mengatur emosi. Oleh karena itu, kekurangan vitamin ini sering berkaitan dengan risiko depresi, gangguan kecemasan, dan kelelahan kronis.

Baca Juga :  Ritual Kopi Global: Dari Espresso Cepat Hingga Fika Santai

Sinyal SOS Tubuh: Rambut Rontok hingga Lelah

Tubuh biasanya mengirimkan sinyal “SOS” saat level vitamin ini anjlok. Biasanya, seseorang akan merasa mudah lelah padahal sudah cukup tidur. Nyeri tulang dan pegal otot sering muncul secara misterius.

Selanjutnya, tanda fisik lain sering terlihat. Rambut rontok parah, luka yang sulit sembuh, atau sering jatuh sakit adalah indikator kuat. Jika Anda sering mengalami mood swing tanpa sebab, bisa jadi level Vitamin D Anda sedang kritis.

Berdamai dengan Matahari

Pada akhirnya, kita harus mengubah pola pikir. Matahari adalah teman, bukan lawan. Kita perlu melakukan aktivitas berjemur yang cerdas.

Waktu terbaik masih menjadi perdebatan, tetapi banyak ahli menyarankan paparan singkat saat indeks UV sedang sedang (sekitar pukul 09.00-10.00 atau 15.00 sore).

Cukup luangkan waktu 10 hingga 15 menit saja. Biarkan kulit lengan dan kaki terpapar langsung tanpa penghalang. Maka, manfaatkanlah kekayaan alam tropis kita. Ingatlah, matahari adalah dokter gratis terbaik yang alam sediakan untuk menjaga kewarasan dan kesehatan tubuh kita.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Dominasi angka penjualan digital memperkuat alasan Sony menghentikan produksi kaset game fisik PlayStation mulai 2028. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kaset Fisik PlayStation Segera Punah Mulai 2028

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:30 WIB