Umrah Tanpa Izin Saat Banjir, Bupati Aceh Selatan Dicopot Mendagri 3 Bulan

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Posnews/Ist)

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS terus bergulir. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengambil langkah tegas dengan mencopot sementara Mirwan MS dari Bupati Aceh Selatan selama tiga bulan.

Keputusan ini diambil setelah Mirwan berangkat umrah tanpa izin saat wilayahnya dilanda banjir, menimbulkan kontroversi nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konferensi pers di Gedung A Kemendagri, Selasa (9/12/2025), Tito menegaskan, pencopotan tersebut berdasarkan dua Surat Keputusan (SK) resmi yang telah ditandatangani. “SK pertama mengenai pemberhentian sementara selama 3 bulan,” jelas Mendagri.

Baca Juga :  Polri Bangun 300 Sumur Bor di Aceh Tamiang, Akses Air Bersih Warga Dipercepat

Langkah tegas ini menyusul pemeriksaan Mirwan oleh Inspektorat Jenderal Kemendagri. Tito menilai Bupati Aceh Selatan tersebut diduga melanggar aturan karena meninggalkan negeri tanpa izin resmi, terutama di tengah bencana banjir yang melanda daerahnya.

Mirwan Minta Maaf Publik

Sebelumnya, Mirwan MS membuka suara terkait keputusannya pergi umrah di tengah musibah. Dalam video yang diunggah di media sosial, ia menyampaikan permohonan maaf tulus.

“Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak—khususnya kepada Presiden RI H Prabowo Subianto, Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Aceh H Muzakir Manaf, serta seluruh masyarakat Indonesia dan Aceh Selatan,” ujar Mirwan.

Baca Juga :  Mualem Minta Obat untuk Korban Banjir di Aceh, Prabowo Kerahkan Dokter Magang

Mirwan mengakui tindakannya menarik perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional. Ia berjanji akan bertanggung jawab penuh, bekerja keras memulihkan kepercayaan masyarakat, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami menyadari bahwa kepergian kami di tengah musibah menyita perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional.

Kami berkomitmen untuk bekerja, bertanggung jawab terhadap Aceh Selatan pasca-banjir, dan memulihkan kepercayaan publik,” tegasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab
Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia
Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru
Alarm Laut Indonesia! 601 Operasi SAR, 239 Orang Meninggal

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia

Berita Terbaru

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB

Ilustrasi, panas terik. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:12 WIB