Kritik Keras China Soal Kunci Radar ke Jet Jepang, Tensi Asia Timur Membara

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat (AS) akhirnya memecah kebisuan. Washington melontarkan kritik tajam kepada China terkait insiden provokatif di perairan Asia Timur. Tepatnya, AS menyoroti tindakan jet tempur China yang mengarahkan radar ke pesawat militer Jepang pekan lalu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menegaskan posisi Washington pada Selasa malam (09/12/2025). Menurutnya, perilaku agresif Beijing tersebut tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional.

“Aliansi AS-Jepang lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya. Komitmen kami terhadap sekutu kami Jepang tidak tergoyahkan,” tegas juru bicara tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini muncul di tengah situasi genting. Pasalnya, hubungan Jepang dan China sedang berada di titik nadir setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melontarkan komentar kontroversial soal Taiwan bulan lalu.

Saling Bantah: Siapa yang Memulai?

Insiden radar di dekat kepulauan Okinawa ini menjadi gesekan paling serius dalam beberapa tahun terakhir. Mengarahkan radar pengendali tembakan (fire-control radar) adalah sinyal serangan yang memaksa pilot melakukan manuver menghindar.

Baca Juga :  Eksperimen Listrik Nollet: Dari Rantai Manusia 1,6 KM hingga Penemuan Elektroskop

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, membantah laporan media China. Ia menegaskan bahwa jet tempur Jepang tidak mengarahkan balik radar ke jet China dalam insiden Sabtu lalu.

“Terlepas dari pemberitahuan latihan, wajar bagi Jepang untuk mengerahkan jet sebagai bagian dari tindakan pertahanan udara,” jelas Koizumi kepada wartawan.

Sebaliknya, Beijing bersikeras pada narasinya. Mereka menuduh pesawat Jepang berulang kali mendekati dan mengganggu Angkatan Laut China yang sedang melakukan latihan penerbangan di timur Selat Miyako.

Taiwan: “Perdamaian Itu Tak Ternilai”

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, turut angkat bicara dari Taipei. Ia menyebut latihan militer China sebagai “perilaku yang sangat tidak pantas”.

Lai mendesak China untuk menunjukkan tanggung jawab selayaknya negara besar. “Perdamaian itu tak ternilai; perang tidak ada pemenangnya,” ujar Lai, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga :  Pemprov DKI Naikkan Insentif RT Rp 2,5 Juta dan RW Rp 3 Juta Mulai Oktober 2025

China mengklaim Taiwan yang demokratis sebagai wilayahnya. Bahkan, Beijing tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau yang berjarak hanya 100 km dari wilayah Jepang tersebut.

Diplomasi Telepon Trump

Di balik layar, dinamika politik tingkat tinggi terus bergulir. Duta Besar AS untuk Jepang, George Glass, aktif menyuarakan dukungan di media sosial.

Namun, Presiden Donald Trump memilih pendekatan berbeda. Meskipun berencana mengunjungi Beijing tahun depan untuk pembicaraan dagang, Trump dilaporkan telah menelepon PM Takaichi bulan lalu.

Sumber Reuters menyebutkan bahwa Trump mendesak Takaichi untuk tidak memperburuk perselisihan. Tampaknya, Washington berusaha menyeimbangkan dukungan aliansi dengan kepentingan stabilitas ekonomi global.

Kini, Jepang tetap siaga satu. Mereka kembali mengerahkan jet tempur pada Selasa malam untuk memantau patroli gabungan angkatan udara Rusia dan China yang mengelilingi wilayah negara tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru