Trump Perintahkan Pengepungan Minyak Venezuela, Maduro Siap Melawan

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi besar di Karibia! Pasukan AS bajak tanker minyak raksasa Venezuela. Maduro sebut ini pembajakan internasional dan siap perang. Dok: Istimewa.

Eskalasi besar di Karibia! Pasukan AS bajak tanker minyak raksasa Venezuela. Maduro sebut ini pembajakan internasional dan siap perang. Dok: Istimewa.

CARACAS,  POSNEWS.CO.ID – Tekanan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela mencapai puncaknya. Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah mengejutkan pada Selasa malam (16/12/2025).

Melalui platform media sosialnya, Trump mengumumkan blokade laut yang agresif. “Hari ini, saya memerintahkan BLOKADE TOTAL DAN LENGKAP terhadap SEMUA TANKER MINYAK SANKSI yang masuk dan keluar dari Venezuela,” tulisnya dengan huruf kapital.

Langkah ini menandai eskalasi kampanye militer AS yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan tersebut. Sebelumnya, Washington telah mengerahkan ribuan tentara dan belasan kapal perang, termasuk kapal induk, ke Laut Karibia dan Pasifik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Armada Terbesar dalam Sejarah

Trump membanggakan kekuatan militernya. Ia menyebut Venezuela kini dikepung oleh “armada terbesar yang pernah berkumpul dalam Sejarah Amerika Selatan”.

“Kejutan bagi mereka akan seperti yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” ancam Trump.

Baca Juga :  Trump Tunda Serangan ke Iran Saat Teheran Perketat Cengkeraman di Hormuz

Washington menuduh rezim Nicolas Maduro menggunakan pendapatan minyak untuk mendanai perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, Trump bersumpah akan terus meningkatkan tekanan militer hingga Maduro menyerah.

Bahkan, Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles mengonfirmasi tujuan akhir operasi ini. “Trump ingin terus meledakkan kapal sampai Maduro menyerah (cries uncle),” ujarnya dalam wawancara dengan Vanity Fair.

Maduro: “Mereka Ingin Menjajah Kita”

Presiden Nicolas Maduro merespons dengan retorika berapi-api. Ia menuduh “imperialis dan sayap kanan fasis” ingin menjajah Venezuela demi menguasai kekayaan alamnya.

“Mereka ingin mengambil alih kekayaan minyak, gas, emas, dan mineral lainnya,” seru Maduro di hadapan pendukungnya. Namun, ia bersumpah akan mempertahankan tanah airnya. “Di Venezuela, perdamaian akan menang.”

Pemerintah Venezuela secara resmi menolak perintah blokade tersebut. Mereka menyebutnya sebagai “ancaman yang mengerikan” (grotesque threat) dan upaya irasional untuk mencuri kekayaan negara.

Baca Juga :  Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Kritik Kongres: “Ini Tindakan Perang”

Di dalam negeri AS, langkah Trump menuai kritik tajam. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Joaquin Castro, menyebut blokade ini sebagai tindakan inkonstitusional.

“Ini tidak diragukan lagi adalah tindakan perang (act of war). Perang yang tidak pernah diizinkan Kongres dan tidak diinginkan rakyat Amerika,” kritik Castro.

Sementara itu, pasar minyak dunia mulai bereaksi. Harga minyak merangkak naik karena antisipasi pengurangan pasokan. Jika blokade ini bertahan lama, pasar global bisa kehilangan pasokan hampir satu juta barel minyak mentah per hari.

Serangan Mematikan Berlanjut

Situasi di lapangan semakin mencekam. Pentagon melaporkan serangan baru terhadap tiga kapal yang dituduh menyelundupkan narkoba di Pasifik pada Selasa, menewaskan delapan orang.

Tercatat, sejak 2 September, lebih dari 20 serangan udara AS telah menewaskan sedikitnya 95 orang. Meskipun Gedung Putih mengklaim sukses mencegah narkoba, banyak pihak mempertanyakan legalitas dan moralitas operasi militer yang mematikan ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB